alexametrics
26 C
Probolinggo
Friday, 27 November 2020

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo – Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir Panjang, Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Yang mengenaskan, mayat perempuan ini ditemukan dalam kondisi terikat. Kedua tangannya diikat ke arah depan dengan tali warna hitam. Lalu, mayat diberi pemberat berupa batu berbentuk kotak berukuran cukup besar.

Saat ditemukan, batu ini ada di perut korban. Batu diikatkan pada tubuh korban menggunakan tampar. Tampar itu sendiri, melilit korban mulai leher, tubuh, sampai paha. Diduga, mayat tewas karena tindak pidana.

Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan setempat, pukul 10.00. Tepatnya sekitar dua mil di sebelah timur Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati.

Nelayan tersebut lantas melaporkan temuan mayat itu pada Polairud Polres Pasuruan. Saat itu juga, petugas mengevakuasi mayat. Evakuasi dilakukan Polairud Polres Pasuruan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mulai pukul 10.30.

Lokasi  mayat yang berada di tengah pantai, membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama. Sekitar pukul 12.00, evakuasi baru berhasil dilakukan.

Mayat perempuan ini lantas dibawa ke ruang pemulasaran RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan. Dan tiba di RSUD sekitar pukul 12.30. Namun, petugas tidak menemukan identitas sama sekali pada mayat perempuan ini. Sehingga, hanya disebut Mrs. X.

BARANG BUKTI: Personel Polres Pasuruan Kota mengumpulkan barang bukti yang melekat pada jenazah wanita terapung. Usai dievakuasi, jenazah mayat wanita dibawa ke ruang pemusalaran RSUD dr R Soedarsono. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

“Kami menerima laporan dari nelayan yang sedang melaut. Mayat ini diketahui berjenis kelamin wanita, namun tidak memiliki identitas. Proses evakuasi rampung sekitar pukul 11.30 dan langsung dibawa ke RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan,” ungkap Kapolairud Polres Pasuruan AKP Poerlaksono.

Kondisi Mrs X cukup mengenaskan saat ditemukan. Dia hampir tidak bisa dikenali. Sebab, wajahnya mulai membengkak. Diduga, korban tewas dua hari sebelum ditemukan.

“Untuk kondisi mayat hampir tidak bisa dikenali. Wajahnya sudah membengkak. Rambut di kepalanya berwarna putih dan hampir rontok semua. Kami hanya membantu proses evakuasi. Penyidikan selanjutnya diserahkan pada Satreskrim Polresta Pasuruan,” lanjutnya.

Mayat perempuan itu sendiri secara umum memiliki ciri-ciri, bertinggi badan sekitar 150 sentimeter. Lalu, mengenakan pakaian warna merah, rok warna kuning, jarit bermotif warna cokelat, jilbab warna ungu, dan kulit sawo matang. Yang menjadi pehatian, mayat ditemukan dalam kondisi terikat.

Kasatreskrim Polresta Pasuruan AKP Slamet Santoso menjelaskan, untuk sementara, pihaknya belum mengetahui identitas korban. Sebab, tidak ditemukan identitas diri sama sekali pada korban.

Pihaknya sudah mencoba mengidentifikasi korban dengan memeriksa sidik jari. Namun, upaya ini belum membuahkan hasil.

Kasatreskrim menduga, korban tewas karena tindak pidana. Sebab, korban ditemukan dalam kondisi terikat. Tangan korban diikat dengan tali hitam. Lalu, di tubuh korban ada lilitan tali tampar dan batu.

Kemungkinan, menurut Kasatreskrim, ikatan batu ini digunakan untuk memperberat tubuh korban. Tujuannya, menghilangkan jejak agar tubuh korban tidak langsung mengapung. Sehingga, tidak langsung ditemukan.

“Ada dugaan karena tindak pidana. Namun, kami belum bisa memastikan. Sebab, kondisi tubuh korban Mrs. X ini sudah rusak. Kami berencana membawa mayatnya ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong untuk diotopsi. Sehingga, diketahui penyebab kematiannya,” terang Slamet. (riz/hn/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Awal Mengeluh Greges, Nakes RSUD dr Saleh Positif Covid-19 Meninggal

Sumarsono meninggal setelah sempat dirawat selama 7 hari di RSUD dr Moh Saleh.

Hendak Parkir, Truk Tertabrak Motor di Nguling

Saat berbelok ke arah utara, sopir truk tak mengetahui ada motor melaju dari arah barat ke arah timur.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar di Tengah Pandemi  

Di saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan.

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir.

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR