Butuh Biaya Menikah, Pemuda asal Kraton Gelapkan Motor, Akhirnya Dibekuk Polisi

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Butuh biaya untuk menikah, membuat Akhmad Kohar Dwiyanto, 24, gelap mata. Kohar nekat menggelapkan motor milik Suwandi, 25. Karenanya, dia harus menghabiskan hari-harinya di balik jeruji besi Mapolsek Bugul Kidul, Polres Pasuruan Kota.

Pemuda asal Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, ini dibekuk pada Jumat (13/5). Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, sepeda motor Suzuki Smash bernopol P 3180 NW dan STNK-nya.

Penggelapan ini bermula pada Kamis (5/9), sekitar pukul 20.00. Malam itu, Kohar mendatangi warung kopi milik Suwandi, 25, di Jalan Komodor Yos Sudarso, Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Ia meminta izin meminjam motor korban berupa Suzuki Smash ber-nopol P 3180 NW.

Alasannya, hendak mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM). Karena Kohar sering minum kopi di warungnya, korban merelakan motornya dibawa tersangka. Namun, sampai tengah malam tersangka tidak kunjung kembali.

Jumat (13/9), Kohar mendatangi korban dengan meminta maaf. Untuk meyakinkan korban, dia menjaminkan motor Suzuki Satria sebagai jaminan. Namun, korban tidak percaya dan melaporkannya ke Polsek Bugul Kidul.

Kapolsek Bugul Kidul Kompol Paulus Sujatmiko mengatakan, tersangka ditangkap di rumahnya, Jumat (13/9). “Pelaku menggadaikan motor korban dengan kompensasi Rp 700 ribu. Ia berdalih hal ini dilakukan karena butuh biaya untuk menikah,” ujarnya.

Namun, alasan ini tak membuat tersangka bisa lolos dari jerat hukum. Dia tetap dinyatakan melanggar sejumlah pasal dalam KUHP. Dalam kasus ini, kepolisian juga berhasil mengamankan sepeda motor korban. “Ia kami jerat pasal 378 tentang Penipuan atau pasal 372 tentang Penggelapan. Ancaman hukumannya empat tahun penjara,” ujar Paulus. (riz/rud/fun)