Selain Tersangka Begal Angkot, Pemuda Ini Juga Tersangka Kecelakaan Maut

PROBOLINGGO – Ahmad Basori, 21, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, kini harus benar-benar menerima ganjaran atas perbuatan jahatnya. Selain ditetapkan sebagai tersangka perampokan, dia juga menjadi tersangka kasus kecelakaan lalu lintas.

Meski Bashori menjadi tersangka dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas), tidak menghentikan proses penyidikan kasus kecelakaan lalu lintas. Sedangkan, tiga temannya hanya menjadi saksi dalam kasus kecelakaan maut ini.

Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ega Prayudi mengatakan, kasus kecelakaan yang terjadi pada angkot hasil rampasan itu tetap diproses secara hukum. Pihaknya telah menetapkan Bashori, pengemudi angkot rampasan itu sebagai tersangka.

“Hasil dari penyelidikan dan olah TKP (tempat kejadian perkara), tidak dapat dipungkiri penyebab kecelakaan akibat sopir angkot. Karena itu, yang menyopiri itu (Bashori) dijadikan tersangka dan harus mempertanggungjawabkan atas kecelakaan yang menewaskan pengendara motor,” katanya.

Ega menegaskan, dari hasil olah TKP, kecelakaan itu dikarenakan sopir angkot yang melaju ugal-ugalan. Sehingga, mobilnya hilang kendali dan terguling. Saat itulah menabrak pengedara motor yang melaju dari arah berlawanan. “Sopir angkot selain jadi tersangka kasus perampasan, juga jadi tersangka kasus kecelakaan ini,” ujarnya.

Kecelakaan maut itu terjadi di Jalur Pantura, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Minggu (16/9). Kecelakaan itu merenggut nyawa, Muhasin, 41, pemotor asal Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. (mas/rud)