Sopir Ketua Gerindra Kab Probolinggo Tersangka Ijazah Palsu Eks Dewan

PAJARAKAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo menetapkan tersangka ketiga dalam kasus pembuatan ijazah palsu. Setelah Markus sebagai tersangka kedua, giliran Rasid ditetapkan sebagai tersangka ketiga.

Rasid tak lain sopir dari Ketua Gerindra Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi. Dia ditetapkan sebagai tersangka ketiga dalam kasus ini oleh Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Probolinggo, Rabu (17/6) siang. Ia diduga terlibat kasus yang sebelumnya menjerat mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Abdul Kadir itu.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso menjelaskan, sebelumnya Rasid berstatus sebagai saksi dalam kasus ini. Dalam persidangan Abdul Kadir, Rasid mengakui dirinya yang meminta dan mendatangi Markus.

“Hari ini statusnya kami naikan menjadi tersangka. Ini berdasarkan hasil pendalaman yang kami lakukan,” katanya.

Meskipun telah naik status, namun Rasid belum ditahan. Menurut Rizki, penahanan masih menunggu pemanggilan Rasid sebagai tersangka untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Jika memang kondisinya memungkinkan, maka yang bersangkutan akan ditahan.

“Untuk penahanan belum. Kami masih akan memanggil yang bersangkutan sebagai tersangka,” jelasnya.

Di sisi lain, saat ini Markus sebagai tersangka kedua juga tidak ditahan. Yang bersangkutan sedang sakit, sehingga pihak kepolisian memberikan keringanan.

“Yang bersangkutan (Markus) juga kooperatif. Karena itu kami tidak tahan dia,” jelasnya.

Sejauh ini, sudah ada tiga orang yang jadi tersangka dalam kasus penggunaan ijazah palsu. Yang pertama Abdul Kadir. Dan yang bersangkutan saat ini sudah bebas karena sudah menjalani hukuman. Ia adalah pengguna.

Yang kedua Markus dan ketiga Rasid. Keduanya adalah penghubung kepada pembuat ijazah palsu.

Pihak kepolisian, saat ini masih mengincar pembuat ijazah itu. Yang diduga Saiful Bahri. Namun, hingga sekarang bukti belum cukup kuat untuk menjadikannya tersangka. (sid/hn)