alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Pria asal Balonganyar Lekok Ini Simpan Puluhan Ribu Pil

PASURUAN, Radar Bromo – Sudah lama polisi curiga terhadap Fathur Rohman. Pemuda 22 tahun itu bahkan sudah diincar karena diduga terlibat jual-beli narkoba. Saat digerebek di rumah kontrakannya Selasa (15/2), polisi tak hanya mendapati barang bukti berupa sabu-sabu. Puluhan ribu obat keras juga ditemukan dalam tas.

Warga Desa Balonganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, itu diamankan pukul 21.15. ”Petugas turun menyelidiki wilayah Lekok berawal dari laporan masyarakat,” kata Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Iptu Vita.

Fathur Rohman sama sekali tak mengira rumah kontrakannya di Desa Gejugjati itu sudah dikepung. Begitu rumah itu disergap, Fathur tak dapat mengelak. Dia pasrah. Polisi segera menggeledah seisi rumahnya. Mulanya polisi menemukan sebungkus sabu-sabu seberat 0,28 gram di saku kemeja tersangka.

Penggeledahan berlanjut. Polisi lantas mendapati lebih banyak barang bukti. Kali ini berupa pil Dextro. Pelaku menyembunyikannya dalam dua tas dan sebuah dompet. Semuanya dipisah. Sudah dikemas dalam bungkus plastik. Masing-masing berisi 1.000 butir.

”Barang bukti yang diamankan petugas sebanyak 65.860 obat keras,” kata Vita.

Polisi berupaya mengembangkan kasus itu. Namun, di hadapan petugas, pelaku berdalih tak mengenal secara langsung pemasok barang-barang itu. Dia mengaku mendapatkannya melalui perantara yang merupakan temannya sendiri.

PASURUAN, Radar Bromo – Sudah lama polisi curiga terhadap Fathur Rohman. Pemuda 22 tahun itu bahkan sudah diincar karena diduga terlibat jual-beli narkoba. Saat digerebek di rumah kontrakannya Selasa (15/2), polisi tak hanya mendapati barang bukti berupa sabu-sabu. Puluhan ribu obat keras juga ditemukan dalam tas.

Warga Desa Balonganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, itu diamankan pukul 21.15. ”Petugas turun menyelidiki wilayah Lekok berawal dari laporan masyarakat,” kata Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Iptu Vita.

Fathur Rohman sama sekali tak mengira rumah kontrakannya di Desa Gejugjati itu sudah dikepung. Begitu rumah itu disergap, Fathur tak dapat mengelak. Dia pasrah. Polisi segera menggeledah seisi rumahnya. Mulanya polisi menemukan sebungkus sabu-sabu seberat 0,28 gram di saku kemeja tersangka.

Penggeledahan berlanjut. Polisi lantas mendapati lebih banyak barang bukti. Kali ini berupa pil Dextro. Pelaku menyembunyikannya dalam dua tas dan sebuah dompet. Semuanya dipisah. Sudah dikemas dalam bungkus plastik. Masing-masing berisi 1.000 butir.

”Barang bukti yang diamankan petugas sebanyak 65.860 obat keras,” kata Vita.

Polisi berupaya mengembangkan kasus itu. Namun, di hadapan petugas, pelaku berdalih tak mengenal secara langsung pemasok barang-barang itu. Dia mengaku mendapatkannya melalui perantara yang merupakan temannya sendiri.

MOST READ

BERITA TERBARU

/