alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Oplos Elpiji, Adik-Kakak Ini Bisa Keruk Untung Jutaan Per Hari

BANGIL, Radar Bromo – Kakak beradik Suhendro dan Eko Jumantoro ini bersekongkol mengeruk keuntungan. Dari kulakan elpiji 3 kilogram yang disubsidi, mereka mengoplosnya dengan elpiji 12 kilogram. Untungnya, tentu saja berlipat ganda.

Dua bersaudara tersebut digerebek dan ditangkap polisi. Suhendro, tinggal di Desa Kemiri, Kecamatan Puspo, 39 dan Eko, 34, tinggal di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Namun, keduanya mengoplos elpiji di rumah orang tua mereka, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji.

Polisi menyergap dua pedagang curang itu pada Rabu sore (9/2). Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo menjelaskan, tersangka mengoplos tabung gas elpiji 3 kg ke dalam tabung 12 kg. Tujuannya, mengeruk untung dari selisih harga jual tabung nonsubsidi.

DISITA: Gas untuk mengoplos yang kini sudah diamankan di Polres Pasuruan. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

”Aksi itu sudah mereka jalani 1,5 tahun terakhir,” kata Adhi saat mendampingi Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz.

Adhi menjelaskan, Suhendro dan Eko membeli tabung gas elpiji 3 kg dengan harga subsidi. Kemudian, gas di dalamnya dipindahkan ke tabung elpiji nonsubsidi ukuran 12 kg.

Caranya, mereka menyambungkan selang dan regulator. Satu tabung gas elpiji 12 kg setidaknya membutuhkan 4 tabung elpiji subsidi 3 kg. Setelah terisi penuh, keduanya menyegel tabung-tabung 12 kg yang sudah terisi dari elpiji subsidi.

BANGIL, Radar Bromo – Kakak beradik Suhendro dan Eko Jumantoro ini bersekongkol mengeruk keuntungan. Dari kulakan elpiji 3 kilogram yang disubsidi, mereka mengoplosnya dengan elpiji 12 kilogram. Untungnya, tentu saja berlipat ganda.

Dua bersaudara tersebut digerebek dan ditangkap polisi. Suhendro, tinggal di Desa Kemiri, Kecamatan Puspo, 39 dan Eko, 34, tinggal di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Namun, keduanya mengoplos elpiji di rumah orang tua mereka, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji.

Polisi menyergap dua pedagang curang itu pada Rabu sore (9/2). Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo menjelaskan, tersangka mengoplos tabung gas elpiji 3 kg ke dalam tabung 12 kg. Tujuannya, mengeruk untung dari selisih harga jual tabung nonsubsidi.

DISITA: Gas untuk mengoplos yang kini sudah diamankan di Polres Pasuruan. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

”Aksi itu sudah mereka jalani 1,5 tahun terakhir,” kata Adhi saat mendampingi Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz.

Adhi menjelaskan, Suhendro dan Eko membeli tabung gas elpiji 3 kg dengan harga subsidi. Kemudian, gas di dalamnya dipindahkan ke tabung elpiji nonsubsidi ukuran 12 kg.

Caranya, mereka menyambungkan selang dan regulator. Satu tabung gas elpiji 12 kg setidaknya membutuhkan 4 tabung elpiji subsidi 3 kg. Setelah terisi penuh, keduanya menyegel tabung-tabung 12 kg yang sudah terisi dari elpiji subsidi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/