alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Karyawati Pabrik Warga Bugul Lor Nekat Edarkan Sabu

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tergiur dengan keuntungan yang diperoleh, Silfiyah Windi Lesatari, 26, nekat jadi pengedar sabu. Namun bukannya keuntungan yang didapat. Yang ada, warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, itu kini harus mendekam di tahanan.

Perempuan yang juga karyawati pabrik itu dibekuk Satreskoba Polres Pasuruan Kota pada Senin (15/2). Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto mengungkapkan, tersangka diamankan sekitar pukul 19.58 di sebelah barat SPBU Bakalan di pinggir Jalan KH. Hasyim Asyari, Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Dari tangannya, Polres berhasil mengamankan satu gulung tisu yang berisi sabu seberat 1,21 gram. “Selain itu, kami juga menemukan uang tunai senilai Rp 200.000 dan satu bungkus plastik klip yang berisi beberapa plastik klip dalam jumlah banyak. Ada pula satu buah dompet kecil warna hitam berbentuk kepala anjing serta satu buah tas selempang warna merah muda,” ungkap perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Endy menjelaskan, pengungkapan kasus itu berawal dari penangkapan tiga orang laki-laki. Yakni, Saifudin Zuhri, Teguh Prasetyo, dan Malik Bambang Hermanto di hari yang sama sekitar pukul 17.44 di sebuah indekos Jalan Manggis, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Ketiga pelaku mengaku bahwa sabu yang mereka miliki didapatkan dari perempuan yang bernama Silfiyah. Dari situ, laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian dengan melakukan penyelidikan.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 19.58 di sebelah barat SPBU Bakalan petugas mengamankan tersangka beserta sabu yang disimpan dalam lima bungkus di tas selempang miliknya.

Kini ia sudah diamankan di Polres Pasuruan Kota guna menjalani penyidikan lebih lanjut. “Tersangka melanggar asal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya 12 tahun. Ia sehari-hari karyawan pabrik dan beralasan karena tergiur keuntungan yang dijanjikan,” sebut Endy. (riz/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tergiur dengan keuntungan yang diperoleh, Silfiyah Windi Lesatari, 26, nekat jadi pengedar sabu. Namun bukannya keuntungan yang didapat. Yang ada, warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, itu kini harus mendekam di tahanan.

Perempuan yang juga karyawati pabrik itu dibekuk Satreskoba Polres Pasuruan Kota pada Senin (15/2). Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto mengungkapkan, tersangka diamankan sekitar pukul 19.58 di sebelah barat SPBU Bakalan di pinggir Jalan KH. Hasyim Asyari, Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Dari tangannya, Polres berhasil mengamankan satu gulung tisu yang berisi sabu seberat 1,21 gram. “Selain itu, kami juga menemukan uang tunai senilai Rp 200.000 dan satu bungkus plastik klip yang berisi beberapa plastik klip dalam jumlah banyak. Ada pula satu buah dompet kecil warna hitam berbentuk kepala anjing serta satu buah tas selempang warna merah muda,” ungkap perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Mobile_AP_Half Page

Endy menjelaskan, pengungkapan kasus itu berawal dari penangkapan tiga orang laki-laki. Yakni, Saifudin Zuhri, Teguh Prasetyo, dan Malik Bambang Hermanto di hari yang sama sekitar pukul 17.44 di sebuah indekos Jalan Manggis, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Ketiga pelaku mengaku bahwa sabu yang mereka miliki didapatkan dari perempuan yang bernama Silfiyah. Dari situ, laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian dengan melakukan penyelidikan.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 19.58 di sebelah barat SPBU Bakalan petugas mengamankan tersangka beserta sabu yang disimpan dalam lima bungkus di tas selempang miliknya.

Kini ia sudah diamankan di Polres Pasuruan Kota guna menjalani penyidikan lebih lanjut. “Tersangka melanggar asal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya 12 tahun. Ia sehari-hari karyawan pabrik dan beralasan karena tergiur keuntungan yang dijanjikan,” sebut Endy. (riz/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2