alexametrics
29 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Sapi Warga Jrebeng Kulon Dimaling, Luput dari Pantauan Polisi

KEDOPOK, Radar Bromo – Kawanan maling sapi kembali beraksi di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Minggu (17/1), kawanan pencuri menggondol seekor sapi milik Toli, 54, warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

Sapi cokelat yang diperkirakan seharga Rp 14,5 juta itu diketahui hilang sekitar pukul 06.00. Toli mengatakan, sekitar pukul 02.00, sapi yang dipelihara sejak Agustus 2019 lalu itu masih ada. Namun, sekitar pukul 06.00, ketika hendak diberi pakan, telah raib. Sementara kandangnya yang terletak di belakang rumahnya terbuka.

“Dulu saya beli Rp 11,5 juta, sekarang harga jualnya paling Rp 14,5 juta. Saya kan punya toko, setelah saya tutup toko, sekitar pukul 02.00 saya langsung ke kandang sapi untuk memberikan makan. Saat itu masih ada. Paginya sekitar pukul 06.00, saat saya hendak memberikan pakan, ternyata sudah tidak ada,” ujarnya, ketika ditemui di rumahnya.

Menurutnya, pelaku membuka paksa pintu kandangnya yang terbuat dari bambu. Mereka membawa kabur peliharaannya ke Jalan Wali Kota Gatot. Sesampai di sana, diduga para pelaku membawa kabur sapinya menggunakan kendaraan roda empat.

“Saya belum laporan. Tapi saya sudah menghubungi sejumlah kerabat yang ada di Sumber Wetan, barangkali menemukan jejak sapi saya,” katanya.

Sejatinya, di kandang sapi milik Toli, ada dua ekor sapi. Namun, pelaku hanya membawa kabur satu ekor yang lebih besar. “Yang diambil yang besar. Kalau yang ini saya baru beli, harganya Rp 9,5 juta. Sepertinya tempatnya gak muat jika mengambil keduanya. Jadi, diambil satu dan yang besar,” ujar Toli.

Toli mengaku, beternak sapi sebagai simpanan. Jika ada kebutuhan mendadak bisa dijual. Salah satunya seperti saat menikahkan anaknya. Sapinya dijual dan dibelikan sapi berukuran lebih kecil. Sisanya untuk biaya menikahkan anaknya. Termasuk biaya perbaikan rumah.

“Saya tidak punya sawah. Untuk menutupi kebutuhan yang diperlukan, saya pelihara sapi. Kalau sudah besar, saya jual dan saya belikan yang kecil. Uang buat kebuutuhan lainnya. Temasuk menikahkan anak tahun kemarin,” ujarnya.

Adanya pencurian ini luput dari pantauan kepolisian. Minggu, Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini mengaku, hingga pukul 15.00, belum mendapatkan laporan terkait kemalingan sapi itu. “Belum ada info. Jadi, kami belum pantau,” terangnya. (rpd/rud)

KEDOPOK, Radar Bromo – Kawanan maling sapi kembali beraksi di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Minggu (17/1), kawanan pencuri menggondol seekor sapi milik Toli, 54, warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

Sapi cokelat yang diperkirakan seharga Rp 14,5 juta itu diketahui hilang sekitar pukul 06.00. Toli mengatakan, sekitar pukul 02.00, sapi yang dipelihara sejak Agustus 2019 lalu itu masih ada. Namun, sekitar pukul 06.00, ketika hendak diberi pakan, telah raib. Sementara kandangnya yang terletak di belakang rumahnya terbuka.

“Dulu saya beli Rp 11,5 juta, sekarang harga jualnya paling Rp 14,5 juta. Saya kan punya toko, setelah saya tutup toko, sekitar pukul 02.00 saya langsung ke kandang sapi untuk memberikan makan. Saat itu masih ada. Paginya sekitar pukul 06.00, saat saya hendak memberikan pakan, ternyata sudah tidak ada,” ujarnya, ketika ditemui di rumahnya.

Menurutnya, pelaku membuka paksa pintu kandangnya yang terbuat dari bambu. Mereka membawa kabur peliharaannya ke Jalan Wali Kota Gatot. Sesampai di sana, diduga para pelaku membawa kabur sapinya menggunakan kendaraan roda empat.

“Saya belum laporan. Tapi saya sudah menghubungi sejumlah kerabat yang ada di Sumber Wetan, barangkali menemukan jejak sapi saya,” katanya.

Sejatinya, di kandang sapi milik Toli, ada dua ekor sapi. Namun, pelaku hanya membawa kabur satu ekor yang lebih besar. “Yang diambil yang besar. Kalau yang ini saya baru beli, harganya Rp 9,5 juta. Sepertinya tempatnya gak muat jika mengambil keduanya. Jadi, diambil satu dan yang besar,” ujar Toli.

Toli mengaku, beternak sapi sebagai simpanan. Jika ada kebutuhan mendadak bisa dijual. Salah satunya seperti saat menikahkan anaknya. Sapinya dijual dan dibelikan sapi berukuran lebih kecil. Sisanya untuk biaya menikahkan anaknya. Termasuk biaya perbaikan rumah.

“Saya tidak punya sawah. Untuk menutupi kebutuhan yang diperlukan, saya pelihara sapi. Kalau sudah besar, saya jual dan saya belikan yang kecil. Uang buat kebuutuhan lainnya. Temasuk menikahkan anak tahun kemarin,” ujarnya.

Adanya pencurian ini luput dari pantauan kepolisian. Minggu, Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini mengaku, hingga pukul 15.00, belum mendapatkan laporan terkait kemalingan sapi itu. “Belum ada info. Jadi, kami belum pantau,” terangnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/