alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Saturday, 25 June 2022

Lagi, Ketua Gerindra Kab Probolinggo Disebut di Sidang Ijazah Palsu

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sidang lanjutan kasus ijazah palsu jilid II dengan terdakwa Markus kembali digelar. Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi itu, nama politisi Partai Gerindra Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi kembali disebut-sebut.

Sidang digelar Senin (16/11) siang. Seperti biasa dalam kondisi pandemi korona, sidang digelar di tiga lokasi berbeda. Hakim bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, terdakwa dan kuasa hukumnya berada di Rutan Kraksaan. Lalu saksi dan JPU berada di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo.

Hosnan Taufik, kuasa hukum terdakwa mengatakan, nama Ketua DPC Gerindra Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi kembali disebut dalam sidang itu. Saat pemeriksaan saksi, Saudi Hasyim Jahur yang dihadirkan menyebut nama Jon.

Saudi menyebut, Jon adalah penghubung antara Abdul Kadir sebagai penerima ijazah palsu dan Markus. “Jon mengakui terhadap Saudi. Katanya, Pak Jon itu datang ke rumah Saudi dan mengakui bahwa dia yang menjembatani,” katanya.

Menurutnya, keterangan tersebut sesuai dengan keterangan yang disampaikan Abdul Kadir. Yang mana, dalam kasus kadir itu Jon terlibat. “Sesuai dengan keterangan Kadir,” katanya.

Selain Saudi, dihadirkan pula Saiful Bahri. Kemudian, juga dihadirkan sebagai saksi Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathurrozi.

Jon Junaedi saat dikonfirmasi enggan menanggapi apa yang disampaikan di persidangan. Ia menegaskan tidak mau berkomentar mengenai hal itu. “Saya no comment,” terangnya.

Humas Kejari Kabupaten Probolinggo Daniar mengatakan, dalam sidang itu ada tiga orang saksi yang diperiksa. Yaitu saksi pelapor Saudi, saksi Saiful Bahri dan saksi Fathurrozi.

Keterangan mereka selama sidang menguatkan dakwaan penuntut umum. “Keterangannya menguatkan dakwaan penuntut umum,” tuturnya. (sid/hn)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sidang lanjutan kasus ijazah palsu jilid II dengan terdakwa Markus kembali digelar. Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi itu, nama politisi Partai Gerindra Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi kembali disebut-sebut.

Sidang digelar Senin (16/11) siang. Seperti biasa dalam kondisi pandemi korona, sidang digelar di tiga lokasi berbeda. Hakim bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, terdakwa dan kuasa hukumnya berada di Rutan Kraksaan. Lalu saksi dan JPU berada di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo.

Hosnan Taufik, kuasa hukum terdakwa mengatakan, nama Ketua DPC Gerindra Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi kembali disebut dalam sidang itu. Saat pemeriksaan saksi, Saudi Hasyim Jahur yang dihadirkan menyebut nama Jon.

Saudi menyebut, Jon adalah penghubung antara Abdul Kadir sebagai penerima ijazah palsu dan Markus. “Jon mengakui terhadap Saudi. Katanya, Pak Jon itu datang ke rumah Saudi dan mengakui bahwa dia yang menjembatani,” katanya.

Menurutnya, keterangan tersebut sesuai dengan keterangan yang disampaikan Abdul Kadir. Yang mana, dalam kasus kadir itu Jon terlibat. “Sesuai dengan keterangan Kadir,” katanya.

Selain Saudi, dihadirkan pula Saiful Bahri. Kemudian, juga dihadirkan sebagai saksi Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathurrozi.

Jon Junaedi saat dikonfirmasi enggan menanggapi apa yang disampaikan di persidangan. Ia menegaskan tidak mau berkomentar mengenai hal itu. “Saya no comment,” terangnya.

Humas Kejari Kabupaten Probolinggo Daniar mengatakan, dalam sidang itu ada tiga orang saksi yang diperiksa. Yaitu saksi pelapor Saudi, saksi Saiful Bahri dan saksi Fathurrozi.

Keterangan mereka selama sidang menguatkan dakwaan penuntut umum. “Keterangannya menguatkan dakwaan penuntut umum,” tuturnya. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/