Duit BOS MTs dan Kas Masjid Ikut Digondol Perampok di Blado Kulon

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Uang tunai yang dibawa kabur dua perampok dari rumah Sujarwo, 51, di Desa Blado Kulon, Tegalsiwalan, tidak semuanya uang pribadi. Dari total uang Rp 40 juta yang dirampok, sebagian merupakan uang kas Masjid Nurul Huda Desa Blado Kulon dan uang BOS MTs tempat korban mengajar.

Pada Jawa Pos Radar Bromo, korban mengaku dirinya merupakan bendahara takmir Masjid Nurul Huda. Sebagai bendahara, dia pun menyimpan uang masjid. Selain itu, korban juga seorang guru MTs. Dia juga mengelola uang BOS di MTs tempatnya mengajar.

Jadi, Sujarwo memang menyimpan uang tunai cukup banyak di kamarnya. Namun, uang itu tidak semua milik pribadi.

Sekitar Rp 9,5 juta merupakan uang takmir Masjid Nurul Huda. Lalu, Rp 7,5 juta uang BOS MTs. Selebihnya, sekitar Rp 23 juta merupakan uang pribadinya.

”Uang masjid itu rencana mau ditabungkan. Tapi karena proses buka rekening pengurus masjid masih ada kendala, jadi uang masih saya pegang. Paling saya takutkan uang masjid ini yang hilang,” tuturnya.

 

Baca Juga: Rampok Beraksi di Blado Kulon, Duit Rp 40 Juta-Motor Amblas

 

Sujarwo mengaku, dirinya sudah melaporkan perampokan itu pada pihak kepolisian. Nantinya, dirinya juga akan menyampaikan ke pengurus masjid tentang uang kas masjid yang dirampok. ”Uang BOS sekitar Rp 7,5 juta yang dirampok, nanti akan saya sampaikan ke sekolah juga,” kata guru honorer itu.

Sementara itu, Kapolsek Tegalsiwalan Iptu Lukman Wahyudi mengatakan, masih menyelidiki kasus perampokan tersebut. Barang milik korban yang hilang hanya uang tunai dan satu unit motor. Sedangkan laptop dan HP yang ada di kamar korban, tidak dibawa kabur oleh pelaku.

”Barang berharga yang dicuri yaitu uang tunai dan motor. Padahal, ada laptop dan HP di kamar itu. Tapi tidak diambil oleh pelaku,” ungkapnya. (mas/hn)