Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Kab Probolinggo, Ini Kata PH

KRAKSAAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo belum mau membuka siapa petinggi Partai Gerindra yang terlibat dalam kasus dugaan penggunaan ijazah palsu Abdul Kadir. Namun, kuasa hukum Abdul Kadir memastikan, kasus itu memang melibatkan petinggi Partai Gerindra.

Husnan Taufik, kuasa hukum Abdul Kadir menjelaskan, kliennya adalah korban dalam kasus ini. “Kadir ini adalah korban dalam kasus ini,” Kata Husnan.

Menurutnya, ijazah yang digunakan kliennya untuk mendaftar sebagai caleg DPRD Kabupaten Probolinggo didapat dari seorang petinggi Partai Gerindra. Yaitu, berinisial JH.

Itu pun tidak didapat dengan gratis. Kliennya harus membayar dengan dana cukup besar untuk mendapat ijazah itu.

“Dana itu dikeluarkan untuk mendapatkan ijazah asli. Eh, yang didapat ternyata masalah,” ungkapnya.

Menurut keterangan kliennya, JH saat itu memastikan, ijazah tersebut asli. Bahkan, JH menegaskan bersedia bertanggung jawab jika suatu hari terdapat masalah dengan ijazah tersebut.

Karena penegasan dari JH itulah, kliennya berani menggunakan ijazah dimaksud untuk mendaftar caleg. Sampai akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo.

“Dia (JH, Red) mengaku siap bertanggung jawab jika ijazah Kadir palsu. Itu janjinya. Tetapi, kayaknya masalah ini dibiarkan saja,” jelasnya.

Karena itulah, Husnan memastikan, kliennya adalah korban dalam kasus ini. Ia pun meminta kasus tersebut diusut tuntas. Sebab, Husnan menduga, tidak hanya JH yang terlibat dalam kasus ini. Namun, banyak tangan lain yang bermain.

Di antaranya, penyedia kertas berhologram, oknum yang tanda tangan atas nama kepala Dinas Pendidikan, dan stempel basah legalisasi ijazah.

“Sebagai korban, tentu klien kami ingin semua yang terlibat ditindak. Klien kamu juga berharap, kasus ini diungkap sampai ke akarnya. Termasuk, memastikan siapa aktor di balik pembuatan ijazah ini,” tandasnya.

Polres Probolinggo sendiri, membidik sejumlah pihak dalam kasus ini. Salah satunya petinggi Partai Gerindra yang berinisial JH. Selain itu, petugas juga membidik penyedia hingga perantara.

Namun, hingga sekarang belum juga ada tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu ini. Alasan pihak kepolisian, masih fokus dalam pengumpulan bukti. (sid/hn)