25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Kejaksaan Butuh Periksa Saksi-saksi Lagi untuk Tuntas Korupsi Bosda

KANIGARAN, Radar Bromo – Kejaksaan Negeri Kota (Kejari) Kota Probolinggo masih menuntaskan perkara penyidikan dugaan korupsi BOSDA SD-SMP Kota Probolinggo. Hingga Selasa (16/8), penyidik Kejari Kota Probolinggo, masih butuh memeriksa saksi-saksi. Sambil proses pemeriksaan saksi berjalan, penyidik mulai proses pemberkasan kasus dugaan korupsi program senilai Rp 6,9 miliar tersebut.

Kasi Intel, Thesar Yudi Prasetya saat dikonfirmasi, dugaan korupsi pengadaan lembar kerja siswa (LKS) tahun 2020, di Kota Probolinggo, dalam proses penyidikan. Setelah pihaknya menetapkan empat tersangka dan menahannya, pihaknya terus ngebut memproses penyidikan supaya cepat rampung.

Keempat tersangka dimaksud adalah Mohamad Maskur kepala Disdikbud Kota Probolinggo. kemudian Dua tersangka pejabat di Lingkup Disdikbud Kota. Mereka adalah Basori selalu PPTK dan Budi Wahyu Riyanto yang saat itu menjadi Kabid Pendidikan Dasar (Pendas). Kemudian 1 tersangka lagi, dari rekanan, Edi selaku Direktur CV Mitra Widyatama.

”Penyidikan belum rampung. Kami masih periksa saksi-saksi,” katanya.

Thesar menerangkan, proses penyidikan masih memiliki waktu yang cukup. Karena, pihaknya sudah memperpanjang penahanan para tersangka, selama 30 hari ke depan. Mulai 29 Juli sampai 27 Agustus. Sehingga, pihaknya memiliki waktu cukup untuk merampungkan proses penyidikan tersebut. Bahkan, pihaknya dapat kembali perpanjang penahanan tersangka, jika proses penyidikan masih dibutuhkan.

”Kalau masa penahanan, tidak masalah mas. kami sudah perpanjang masa penahanan. Jika masih dibutuhkan proses penyidikan, kami masih dapat perpanjang lagi masa penahanan selama 30 hari lagi,” ungkapnya.

KANIGARAN, Radar Bromo – Kejaksaan Negeri Kota (Kejari) Kota Probolinggo masih menuntaskan perkara penyidikan dugaan korupsi BOSDA SD-SMP Kota Probolinggo. Hingga Selasa (16/8), penyidik Kejari Kota Probolinggo, masih butuh memeriksa saksi-saksi. Sambil proses pemeriksaan saksi berjalan, penyidik mulai proses pemberkasan kasus dugaan korupsi program senilai Rp 6,9 miliar tersebut.

Kasi Intel, Thesar Yudi Prasetya saat dikonfirmasi, dugaan korupsi pengadaan lembar kerja siswa (LKS) tahun 2020, di Kota Probolinggo, dalam proses penyidikan. Setelah pihaknya menetapkan empat tersangka dan menahannya, pihaknya terus ngebut memproses penyidikan supaya cepat rampung.

Keempat tersangka dimaksud adalah Mohamad Maskur kepala Disdikbud Kota Probolinggo. kemudian Dua tersangka pejabat di Lingkup Disdikbud Kota. Mereka adalah Basori selalu PPTK dan Budi Wahyu Riyanto yang saat itu menjadi Kabid Pendidikan Dasar (Pendas). Kemudian 1 tersangka lagi, dari rekanan, Edi selaku Direktur CV Mitra Widyatama.

”Penyidikan belum rampung. Kami masih periksa saksi-saksi,” katanya.

Thesar menerangkan, proses penyidikan masih memiliki waktu yang cukup. Karena, pihaknya sudah memperpanjang penahanan para tersangka, selama 30 hari ke depan. Mulai 29 Juli sampai 27 Agustus. Sehingga, pihaknya memiliki waktu cukup untuk merampungkan proses penyidikan tersebut. Bahkan, pihaknya dapat kembali perpanjang penahanan tersangka, jika proses penyidikan masih dibutuhkan.

”Kalau masa penahanan, tidak masalah mas. kami sudah perpanjang masa penahanan. Jika masih dibutuhkan proses penyidikan, kami masih dapat perpanjang lagi masa penahanan selama 30 hari lagi,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/