alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Bekuk Dua Pengedar SS, Profesinya Sopir dan Jukir

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Usai sudah petualangan M. Syafii Zainal Abidin, 38, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasurun dan Ali Hudin, 57, warga Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan dalam dunia jual beli narkotika.

Keduanya dibekuk oleh tim Satreskoba Polres Pasuruan Kota pada Kamis (13/8) sekitar pukul 10.54 di dalam sebuah Gudang kayu di belakang bengkel sepeda motor yang berada di Jalan Margo Taruno Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto mengungkapkan penangkapan ini berawal dari laporan dan informasi masyarakat. Dalam laporannya, masyarakat menduga di sekitar Kelurahan Sebani Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan, sering terjadi transaksi peredaran narkotika jenis sabu.

Laporan ini kemudian di tindak lanjuti oleh petugas kepolisian dengan melakukan penyelidikan di sekitar wilayah tersebut. Saat diselidiki terbukti benar. Anggota Satreskoba Polres menangkap M Syafii Zainal Abidin. Setelah dilakukan pengembangan, polisi berhasil menangkap Ali Hudin pada hari itu juga.

“M Syafii Zainal Abidin kami tangkap lebih dulu sekitar pukul 10.54. Dari keterangannya, dia mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Ali Hudin. Ali Hudin ditangkap selang dua jam kemudian,” ungkapnya.

Endy menjelaskan dari tangan M. Syafii Zainal Abidin, Polres Pasuruan Kota berhasil mengamankan satu botol plastik bening, satu botol kaca dengan sumbu diatasnya sebagai alat pembakar, satu buah sedotan bening yang di dalamnya terdapat tisu dan sabu seberat 8,55 gram beserta bungkus plastiknya. Sementara yang disita dari Ali Hudin adalah satu unit handphone warna putih. Keduanya mengaku mengedarkan sabu-sabu karena motif ekonomi.

“M. Syafii ini berprofesi sebagai sopir sementara Ali Hudin ini adalah jukir. Mereka kami kenakan pasal 114 ayat 1 Jo. pasal 132 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 Jo. pasal 132 ayat 1 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidanya mencapai 15 tahun penjara,” sebut Endy. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU