alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

TKP Begal Santri Minim Penerangan-Kerap Jadi Tempat Pesta Miras

KADEMANGAN, Radar Bromo – Lokasi pembegalan terhadap santri Pesantren An-Nahdliyah, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Muhammad Yogi Andrian, 15, tak luput dari perhatian. Selain minim lampu penerangan jalan umum (PJU), ternyata lokasi ini juga kerap dijadikan tempat berpesta minuman keras (miras).

Seperti yang diungkapkan Pengasuh Pesantren An-Nahdliyah Ulfa Duaturia, 31. Menurutnya, PJU di Jalan Pakis, sangat minim. Karenanya, sering dijadikan tempat melakukan perbuatan tak terpuji. Seperti tempat pemuda berpesta miras.

Bahkan, Rabu (9/6), salah seorang santrinya dibegal di jalan ini. “Peneranganya sangat minim. Tentunya kami sangat waswas jika lewat di lokasi itu,” katanya.

Sejumlah lampu PJU solar cell di jalan ini banyak yang sudah tidak berfungsi. Beberapa waktu lalu, juga ada seseorang yang sengaja melempari PJU menggunakan batu.

“Kayaknya memang mau merusak sampai kena satpam. Jadi, untuk penerangan dari utara gak ada. Yang ada hanya di depan pondok dan belakang perumahan, itu saja. Selain itu, sering dijadikan tempat anak mabuk juga,” jelasnya.

Menyikapi lokasi yang kerap dijadikan tempat pesta miras, Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mendorong warga untuk segera melapor jika mendapati pelanggaran terharap ketertiban umum. Ia berjanji akan segera menindaklanjutinya. “Kami juga akan agendakan untuk patroli pekat (penyakit masyarakat) di kawasan tersebut,” janjinya.

Santri di Triwung Kidul Dibegal, Vario Milik Pengasuh Ponpes Raib  

Berkaitan dengan kurangnya PJU, Kepala Dishub Kota Probolinggo Agus Effendi mengaku, pada dasarnya sudah sering menyampaikan kepada camat dan lurah terkait PJU. Apalagi, pengadaan PJU solar cell itu dilakukan oleh pemerintah kelurahan dan kecamatan.

“Selama belum diserahkan secara tertulis ke Dishub, soal pemeliharaannya, kami tidak bisa menindaklanjuti. Tapi, perkembangan terakhir, mulai diinventarisasi oleh kecamatan untuk menyerahkan pemeliharaannya ke Dishub,” jelas Agus.

Kata Agus, kadang masyarakat juga tidak melapor jika ada lampu yang mati. “Jalan Pakis, termasuk jalan lingkungan. Memang agak masuk. Warga RT/RW harus selalu antusias menjaga dan melapor supaya segera ditindaklanjuti kalau ada lampu PJU mati,” ujarnya.

Selain itu, selama ini pihaknya juga sering mendapati PJU yang sengaja dirusak. Seperti ditembak menggunakan senapan angin, bahkan akinya dicuri. Terutama PJU di jalur-jalur sepi, seperti wilayah selatan. “Kuncinya kerja sama warga, RT/RW, dan lurah, untuk segera melapor kepada kami. Kami respons dengan cepat, sehingga tidak sampai terulang,” ujarnya.

Diketahui, Rabu (9/6) malam, santri Pesantren An-Nahdliyah, Muhammad Yogi Andrian, menjadi korban begal. Ia dirampok ketika melintas di Jalan Pakis, Kelurahan Triwung Kidul. Akibatnya, Honda Vario bernopol N 2267 SB milik pengasuhnya raib digondol pelaku. Kini, kasusnya terus diselidiki kepolisian. (rpd/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Lokasi pembegalan terhadap santri Pesantren An-Nahdliyah, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Muhammad Yogi Andrian, 15, tak luput dari perhatian. Selain minim lampu penerangan jalan umum (PJU), ternyata lokasi ini juga kerap dijadikan tempat berpesta minuman keras (miras).

Seperti yang diungkapkan Pengasuh Pesantren An-Nahdliyah Ulfa Duaturia, 31. Menurutnya, PJU di Jalan Pakis, sangat minim. Karenanya, sering dijadikan tempat melakukan perbuatan tak terpuji. Seperti tempat pemuda berpesta miras.

Bahkan, Rabu (9/6), salah seorang santrinya dibegal di jalan ini. “Peneranganya sangat minim. Tentunya kami sangat waswas jika lewat di lokasi itu,” katanya.

Sejumlah lampu PJU solar cell di jalan ini banyak yang sudah tidak berfungsi. Beberapa waktu lalu, juga ada seseorang yang sengaja melempari PJU menggunakan batu.

“Kayaknya memang mau merusak sampai kena satpam. Jadi, untuk penerangan dari utara gak ada. Yang ada hanya di depan pondok dan belakang perumahan, itu saja. Selain itu, sering dijadikan tempat anak mabuk juga,” jelasnya.

Menyikapi lokasi yang kerap dijadikan tempat pesta miras, Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mendorong warga untuk segera melapor jika mendapati pelanggaran terharap ketertiban umum. Ia berjanji akan segera menindaklanjutinya. “Kami juga akan agendakan untuk patroli pekat (penyakit masyarakat) di kawasan tersebut,” janjinya.

Santri di Triwung Kidul Dibegal, Vario Milik Pengasuh Ponpes Raib  

Berkaitan dengan kurangnya PJU, Kepala Dishub Kota Probolinggo Agus Effendi mengaku, pada dasarnya sudah sering menyampaikan kepada camat dan lurah terkait PJU. Apalagi, pengadaan PJU solar cell itu dilakukan oleh pemerintah kelurahan dan kecamatan.

“Selama belum diserahkan secara tertulis ke Dishub, soal pemeliharaannya, kami tidak bisa menindaklanjuti. Tapi, perkembangan terakhir, mulai diinventarisasi oleh kecamatan untuk menyerahkan pemeliharaannya ke Dishub,” jelas Agus.

Kata Agus, kadang masyarakat juga tidak melapor jika ada lampu yang mati. “Jalan Pakis, termasuk jalan lingkungan. Memang agak masuk. Warga RT/RW harus selalu antusias menjaga dan melapor supaya segera ditindaklanjuti kalau ada lampu PJU mati,” ujarnya.

Selain itu, selama ini pihaknya juga sering mendapati PJU yang sengaja dirusak. Seperti ditembak menggunakan senapan angin, bahkan akinya dicuri. Terutama PJU di jalur-jalur sepi, seperti wilayah selatan. “Kuncinya kerja sama warga, RT/RW, dan lurah, untuk segera melapor kepada kami. Kami respons dengan cepat, sehingga tidak sampai terulang,” ujarnya.

Diketahui, Rabu (9/6) malam, santri Pesantren An-Nahdliyah, Muhammad Yogi Andrian, menjadi korban begal. Ia dirampok ketika melintas di Jalan Pakis, Kelurahan Triwung Kidul. Akibatnya, Honda Vario bernopol N 2267 SB milik pengasuhnya raib digondol pelaku. Kini, kasusnya terus diselidiki kepolisian. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/