Begini Awal Terbongkarnya Aksi Guru SD Cabul di Paiton

PAJARAKAN, Radar Bromo-Polisi terus mendalami kasus persetubuhan yang dilakukan seorang guru SD di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Ada dugaan, korban bukan hanya satu orang.

Kanit PPA Polres Probolinggo Bripka Isana Reny Antasari menjelaskan, terakhir perbuatan bejat pelaku berinisial AY, 35  itu dilakukan pada awal tahun. Tepatnya pada 7 Januari.

Saat itu, perbuatan mereka belum diketahui siapapun. Namun, entah kenapa korban sejak saat itu selalu murung. Kondisi korban itu membuat guru yang lain curiga. Mereka pun menanyakan penyebabnya pada korban.

“Saat ditanya itu korban kemudian membuka semuanya. Karena itu, pihak sekolah melaporkan kepada pihak keluarga. Dan berdasarkan laporan sekolah, pihak keluarga melaporkan kepada kami,” Kata Bripka Reny, panggilannya.

Menurut Reny, sejak kelas empat korban sering dicabuli oleh pelaku. Tetapi, tidak sampai melakukan persetubuhan. Aksi Persetubuhan itu baru dilakukan akhir-akhir ini. Yaitu, saat korban kelas enam.

“Awalnya hanya pencabulan. Tetapi, lama-kelamaan pelaku semakin berani dan nekat. Sehingga, kemudian melakukan persetubuhan. Pelaku dan korban memang dekat. Tapi bukan pacaran,” ungkapnya.

Reny menduga, korban dari tindakan pelaku bukan satu anak saja. Sebab, di sekolah pelaku memang dikenal dekat dengan siswa-siswinya. Sehingga, kuat dugaan korbannya bukan satu anak. Hanya saja, baru korban Z yang berani mengaku.

“Kalau memang ada korban lain, saya mengimbau untuk melapor. Ini masih kami dalami, karena dugaan sementara korbannya lebih dari satu,” tandasnya.

Karena perbuatannya itu, petugas menjerat pelaku dengan Pasal 76D UU RI Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak di Bawah Umur. Reny menyebut, ancaman hukuman untuk pelaku, dipastikan lebih berat daripada pelaku lain yang kasusnya sama. Sebab, pelaku merupakan tenaga pendidik. Maka hukumannya ditambah sepertiga. (sid/hn)