alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

ASN Hamili Keponakan, Camat Sumber Minta Stafnya Serahkan Diri

SUMBER, Radar Bromo – Lima hari setelah dilaporkan melakukan dugaan pemerkosaan, S, 49, tak kunjung tertangkap. ASN di kantor Kecamatan Sumber itu kabur setelah dilaporkan. Camat Sumber Edy Sunyoto pun meminta S segera menyerahkan diri.

Bukan tanpa alasan permintaan itu. Sejak dilaporkan memperkosa NS, 14, keponakannya, S mangkir dari pekerjaannya. Dia tidak pernah lagi masuk. Bahkan, nomor teleponnya tak aktif.

Edy menegaskan, pihaknya telah melaporkan peristiwa tersebut ke Sekretaris Daerah Pemkab Probolinggo yang ditembuskan kepada Inspektorat. Hari ini, pihaknya juga bakal melaporkan kasus itu ke Bupati Probolinggo.

“Besok saya akan membuat surat ke Bupati. Surat ini untuk memberitahukan kepada Bupati,” katanya.

Baca Juga: ASN di Sumber Perkosa Keponakan hingga Hamil

Dia pun meminta S segera menyerahkan diri. Sehingga, kasusnya bisa segera diproses secara hukum. Harapannya, segera diketahui apakah S benar-benar memperkosa keponakan yang juga anak angkatnya itu ataukah tidak.

Dengan menyerahkan diri, Edy juga berharap kasus yang menjerat S juga bisa diselesaikan secara kepegawaian oleh Inspektorat. “Kami meminta yang bersangkutan menyerahkan diri agar prosesnya cepat,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, S, dilaporkan ke Polres Probolinggo atas dugaan memperkosa keponakan yang juga anak angkatnya. Yakni, NS, 14 warga Kecamatan Sumber. Setelah dilaporkan, S kabur dari rumah beserta keluarganya.

Warga setempat sempat menggeruduk rumah S, dua hari setelah dilaporkan. Warga curiga, S ada di rumahnya. Karena tak kunjung keluar, warga melempari rumahnya dengan batu hingga sejumlah bagian rusak.

Sementara itu, petugas Polres Probolinggo sejauh ini terus memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso mengatakan, pihaknya terus mencari pelaku yang kabur. Namun, sejauh ini usaha tersebut belum membuahkan hasil.

“Belum berhasil. Kami masih terus berupaya mencari pelaku,” katanya. (sid/hn)

SUMBER, Radar Bromo – Lima hari setelah dilaporkan melakukan dugaan pemerkosaan, S, 49, tak kunjung tertangkap. ASN di kantor Kecamatan Sumber itu kabur setelah dilaporkan. Camat Sumber Edy Sunyoto pun meminta S segera menyerahkan diri.

Bukan tanpa alasan permintaan itu. Sejak dilaporkan memperkosa NS, 14, keponakannya, S mangkir dari pekerjaannya. Dia tidak pernah lagi masuk. Bahkan, nomor teleponnya tak aktif.

Edy menegaskan, pihaknya telah melaporkan peristiwa tersebut ke Sekretaris Daerah Pemkab Probolinggo yang ditembuskan kepada Inspektorat. Hari ini, pihaknya juga bakal melaporkan kasus itu ke Bupati Probolinggo.

“Besok saya akan membuat surat ke Bupati. Surat ini untuk memberitahukan kepada Bupati,” katanya.

Baca Juga: ASN di Sumber Perkosa Keponakan hingga Hamil

Dia pun meminta S segera menyerahkan diri. Sehingga, kasusnya bisa segera diproses secara hukum. Harapannya, segera diketahui apakah S benar-benar memperkosa keponakan yang juga anak angkatnya itu ataukah tidak.

Dengan menyerahkan diri, Edy juga berharap kasus yang menjerat S juga bisa diselesaikan secara kepegawaian oleh Inspektorat. “Kami meminta yang bersangkutan menyerahkan diri agar prosesnya cepat,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, S, dilaporkan ke Polres Probolinggo atas dugaan memperkosa keponakan yang juga anak angkatnya. Yakni, NS, 14 warga Kecamatan Sumber. Setelah dilaporkan, S kabur dari rumah beserta keluarganya.

Warga setempat sempat menggeruduk rumah S, dua hari setelah dilaporkan. Warga curiga, S ada di rumahnya. Karena tak kunjung keluar, warga melempari rumahnya dengan batu hingga sejumlah bagian rusak.

Sementara itu, petugas Polres Probolinggo sejauh ini terus memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso mengatakan, pihaknya terus mencari pelaku yang kabur. Namun, sejauh ini usaha tersebut belum membuahkan hasil.

“Belum berhasil. Kami masih terus berupaya mencari pelaku,” katanya. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/