Kasus Abdul Kadir Siap Disidangkan, Penasihat Hukum Tagih Janji Kepolisian

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo telah menyatakan sempurna berkas perkara yang menjerat Abdul Kadir, anggota DPRD yang tersandung kasus ijazah palsu. Jika tidak ada halangan, kasus ini segera dimejahijaukan.

Kasi Pidum Kejari Kabupaten Probolinggo Ardian Junaedi mengatakan, berkas perkara yang menjerat anggita dewan dari partai Gerindra tersebut memang telah dinyatakan P 21 alias sempurna. Itu dilakukan Rabu (13/11) lalu setelah berkasnya ditandatangani oleh Kajari. “Sudah P21. Kemarin setelah ditandatangani bu Kajari dinyatakan P21,” ungkanya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu tahap dua. Yaitu penyerahan barang bukti dan tersangkanya. Jika itu dilakukan, baru kemudian pihaknya akan segera melimpahkan berkas tersebut ke Pengadilan Negeri untuk diproses sidang. “Untuk tahap dua ini minggu inilah dilakukan. Untuk pelimpahan ke PN kami menunggu tahap dua,” tandasnya.

Di sisi lain, sempurnanya berkas kasus Abdul Kadir, membuat kubu Abdul Kadir untuk menagih janji kepolisian. Melalui Hosnan Taufik, penasihat hukum Abdul Kadir, jika kasus ini akan disidangkan, aparat hukum harus membidik tersangka lain.

Hal itu diungkap Hosnan Taufik, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo. Menurutnya, pihaknya menanti janji pihak kepolisian. Sebab sebelumnya pihak kepolisian mengatakan, akan melakukan pengembangan terhadap tersangka lain. Terutama jika berkas sudah dinyatakan sempurna.

“Kami menunggu janji itu. Apalagi, polisi sempat ngomong bahwa sudah ada saksi yang mengarah kepada tersangka,” katanya saat dikonfirmasi.

Hosnan sapaan akrabnya juga menjelaskan, pihak kepolisian menjerat kliennya dengan pasal pengguna. Karena itu, pihaknya mendukung upaya pihak kepolisian untuk mengungkap kasus itu dengan gamblang. Sehingga, semua yang terlibat di kasus tersebut ditangkap semua.

“Saya minta polisi lebih bijak. Jangan sampai kasus ini ada permainan. Kami menunggu semua itu terbukti dan bisa menjerat tersangka lainnya,” tegasnya.

Setelah langkahnya untuk meminta penangguhan terhadap pihak kepolisian dipastikan gagal, pihaknya berencana dalam waktu dekat akan mengajukan hal yang sama terhadap kejaksaan. Menurutnya, untuk menangguhkan penahanan, kliennya masih ada jalan. ” Ini kami masih proses membuat suratnya,” terangnya. (sid/fun)