alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Warga Talkandang Bawa Kabur Beras 9 Ton

PAJARAKAN, Radar Bromo – Warga Desa Talkandang, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Sunardi, 43, harus berurusan dengan polisi. Jumat (13/9), dia diamankan setelah disangka menipu pedagang beras. Karena ulahnya, korban mengalami kerugian Rp 79 juta.

Informasinya, tersangka menyerahkan diri ke Polsek Besuk, Polres Probolinggo, sekitar pukul 08.10. Sejak saat itu, dia langsung ditahan di Mapolsek Besuk. Antara korban dan tersangka sempat dimediasi. Namun, tidak ada titik temu. Sejatinya, tersangka bersedia membayar Rp 25 juta dulu, tapi korban meminta minimal membayar Rp 50 juta. Karena tidak ada titik temu, akhirnya tersangka pasrah.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, penipuan yang dilakukan pada Jumat (9/8) lalu. Saat itu tersangka mendatangi toko korban, Tunis, 50, warga Desa Krampilan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Tersangka meminta korban mengirimkan beras ke kantor Desa Kotaanyar sebanyak 9 ton. Korban pun menyanggupi meski tersangka tidak memberikan uang muka. “Oleh korban langsung dikirim hari itu juga. Itu, karena pelaku menyanggupi membayar lunas ketika beras sampai di kantor desa,” ujarnya.

Namun, saat 9 ton beras itu tiba di kantor desa, tersangka enggan membayar. Alasannya, uang dari pemerintah desa belum cair. Korban masih bersedia menunggu. Beberapa hari kemudian, korban menagihnya, tapi alasannya sama. “Korban yang tidak percaya ucapan pelaku, mengkroscek ke pihak desa. Apakah dananya sudah cair atau belum,” ujarnya.

Saat dikroscek, ternyata pihak desa telah melunasi pembelian beras terhadap tersangka dengan nominal Rp 76.141.000. Karenanya, korban meradang dipermainkan dan kemudian melapor ke kepolisian pada Selasa (3/9). “Setelah mendapatkan laporan, kami langsung menindaklanjuti,” ujar Riyanto.

Tersangka sempat dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun, pada panggilan pertama tidak datang. Tersangka baru datang ketika dipanggil untuk kali ke dua pada Jumat (13/9). Saat itu polisi mempertemukannya dengan korban dan dimediasi. Tapi, mediasi gagal.

Berdasarkan keterangan Kanit Reskrim Polsek Besuk Soewondo, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka sebenarnya banyak melakukan penipuan. Tersangka mengaku pernah melakukan penipuan di daerah lain. “Di Kecamatan Besuk baru satu ini. Pelaku mengakui pernah beraksi di daerah lain. Tapi, sudah dikembalikan,” ujarnya.

Karena perbuatannya, tersangka ditahan dan disangka melanggar pasal 378 KUHP dan 372 KUHP. “Saat ini pelaku kami tahan di Mapolsek. Kami masih mengembangkan kasus ini. Barang bukti yang kami amankan ada 1 lembar nota pembelian, 1 unit HP Samsung, dan 1 unit HP Vivo,” ujar Soewondo. (sid/rud)

PAJARAKAN, Radar Bromo – Warga Desa Talkandang, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Sunardi, 43, harus berurusan dengan polisi. Jumat (13/9), dia diamankan setelah disangka menipu pedagang beras. Karena ulahnya, korban mengalami kerugian Rp 79 juta.

Informasinya, tersangka menyerahkan diri ke Polsek Besuk, Polres Probolinggo, sekitar pukul 08.10. Sejak saat itu, dia langsung ditahan di Mapolsek Besuk. Antara korban dan tersangka sempat dimediasi. Namun, tidak ada titik temu. Sejatinya, tersangka bersedia membayar Rp 25 juta dulu, tapi korban meminta minimal membayar Rp 50 juta. Karena tidak ada titik temu, akhirnya tersangka pasrah.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, penipuan yang dilakukan pada Jumat (9/8) lalu. Saat itu tersangka mendatangi toko korban, Tunis, 50, warga Desa Krampilan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Tersangka meminta korban mengirimkan beras ke kantor Desa Kotaanyar sebanyak 9 ton. Korban pun menyanggupi meski tersangka tidak memberikan uang muka. “Oleh korban langsung dikirim hari itu juga. Itu, karena pelaku menyanggupi membayar lunas ketika beras sampai di kantor desa,” ujarnya.

Namun, saat 9 ton beras itu tiba di kantor desa, tersangka enggan membayar. Alasannya, uang dari pemerintah desa belum cair. Korban masih bersedia menunggu. Beberapa hari kemudian, korban menagihnya, tapi alasannya sama. “Korban yang tidak percaya ucapan pelaku, mengkroscek ke pihak desa. Apakah dananya sudah cair atau belum,” ujarnya.

Saat dikroscek, ternyata pihak desa telah melunasi pembelian beras terhadap tersangka dengan nominal Rp 76.141.000. Karenanya, korban meradang dipermainkan dan kemudian melapor ke kepolisian pada Selasa (3/9). “Setelah mendapatkan laporan, kami langsung menindaklanjuti,” ujar Riyanto.

Tersangka sempat dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun, pada panggilan pertama tidak datang. Tersangka baru datang ketika dipanggil untuk kali ke dua pada Jumat (13/9). Saat itu polisi mempertemukannya dengan korban dan dimediasi. Tapi, mediasi gagal.

Berdasarkan keterangan Kanit Reskrim Polsek Besuk Soewondo, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka sebenarnya banyak melakukan penipuan. Tersangka mengaku pernah melakukan penipuan di daerah lain. “Di Kecamatan Besuk baru satu ini. Pelaku mengakui pernah beraksi di daerah lain. Tapi, sudah dikembalikan,” ujarnya.

Karena perbuatannya, tersangka ditahan dan disangka melanggar pasal 378 KUHP dan 372 KUHP. “Saat ini pelaku kami tahan di Mapolsek. Kami masih mengembangkan kasus ini. Barang bukti yang kami amankan ada 1 lembar nota pembelian, 1 unit HP Samsung, dan 1 unit HP Vivo,” ujar Soewondo. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/