alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Residivis Pencurian SMPN 2 Bangil 3 Kali Bobol Toko Al Yasini

BANGIL, Radar BromoSedang tidur-tiduran di kamar indekosnya, Kholis Firdaus disergap anggota Polsek Bangil. Pemuda 24 tahun warga Manaruwi, Bangil, itu berkali-kali membobol toko Al Yasini di Kelurahan Kalianyar, Bangil. Uang, barang dagangan, bahkan rokok digasaknya. Kholis ternyata residivis.

Tersangka dibekuk petugas Selasa sekitar pukul 20.00 (15/6). Malam itu, Kholis sedang berada di dalam kamar indekosnya di Kuti, Kelurahan Kutorejo, Pandaan. Dia santai. Jadi, begitu polisi datang, Kholis kelabakan. Tidak bisa kabur.

Kapolsek Bangil Kompol Indro Susetyo mengatakan, tersangka sudah tiga kali mencuri barang-barang milik toko Al Yasini Kalianyar. Maret, April, dan Mei 2021. Seakan-akan toko itu dimalingi sebulan sekali.  Aksi terakhir Kholis tercatat pada 13 Mei.

”Tersangka memanfaatkan kelengahan petugas jaga di toko. Dia masuk toko dini hari,” ungkap Indro.

Bagaimana caranya masuk? Kholis memanjat pipa paralon di belakang toko. Kadang-kadang juga meminjam tanpa izin tangga milik warga sekitar. Lalu, masuk melalui genting, terus ke plafon, sampai turun ke lantai dalam toko.

Kalau sudah di dalam, dia bebas beraksi. Pilih-pilih mana barang yang dia butuhkan dan dia suka. Dan, tentu saja uang yang tersisa di laci toko. Sambil santai, Kholis menikmati juga minuman, makanan, dan rokok.

Bahkan, untuk menambah tenaga untuk naik dan turun atap toko, dia menenggak minuman suplemen isotonik. Sebab, dia juga harus memanggul karung berisi barang-barang curian dari toko. Aksi pencurian ini diketahui esok harinya oleh penjaga toko. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Tapi, sepandai-pandai Kholis mencuri, akhirnya ketahuan juga. Dia lengah jika di toko tersebut ada kamera CCTV.  ”Aksinya terekam CCTV itu,” kata Indro. Sewaktu mencuri pada 13 Mei itu, Kholis hampir dipergoki pegawai toko. Namun, dia berhasil kabur.

Karena pencurian berkali-kali itu lah, pengelola toko Al Yasini lapor ke polisi. Petugas pun menyelidikinya. Akhirnya, pelaku bisa dikenali. Yaitu, Kholis si residivis pencuri. Polisi pun menangkap pelaku di Pandaan.

Kepada petugas, tersangka tidak mengelak bahwa dirinya lah maling yang dicari-cari itu. ”Tersangka seorang residivis. Pernah dipenjara tahun 2015 karena kasus pencurian di SMPN 2 Bangil,” tambah Indro.

Mengapa nekat mencuri, setiap bulan lagi? Kholis berdalih nekat mencuri demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan lain. Sudah berusaha cari kerja ke mana-mana. Tapi, statusnya yang menjadi mantan narapidana membuatnya susah diterima bekerja.

”Saya pernah melamar ke perusahaan minuman, tapi ditolak,” ungkap Kholis kepada polisi. Setelah tertangkap lagi, sudah pasti dirinya akan masuk penjara lagi. Kholis pasrah. (one/far)

 

BANGIL, Radar BromoSedang tidur-tiduran di kamar indekosnya, Kholis Firdaus disergap anggota Polsek Bangil. Pemuda 24 tahun warga Manaruwi, Bangil, itu berkali-kali membobol toko Al Yasini di Kelurahan Kalianyar, Bangil. Uang, barang dagangan, bahkan rokok digasaknya. Kholis ternyata residivis.

Tersangka dibekuk petugas Selasa sekitar pukul 20.00 (15/6). Malam itu, Kholis sedang berada di dalam kamar indekosnya di Kuti, Kelurahan Kutorejo, Pandaan. Dia santai. Jadi, begitu polisi datang, Kholis kelabakan. Tidak bisa kabur.

Kapolsek Bangil Kompol Indro Susetyo mengatakan, tersangka sudah tiga kali mencuri barang-barang milik toko Al Yasini Kalianyar. Maret, April, dan Mei 2021. Seakan-akan toko itu dimalingi sebulan sekali.  Aksi terakhir Kholis tercatat pada 13 Mei.

”Tersangka memanfaatkan kelengahan petugas jaga di toko. Dia masuk toko dini hari,” ungkap Indro.

Bagaimana caranya masuk? Kholis memanjat pipa paralon di belakang toko. Kadang-kadang juga meminjam tanpa izin tangga milik warga sekitar. Lalu, masuk melalui genting, terus ke plafon, sampai turun ke lantai dalam toko.

Kalau sudah di dalam, dia bebas beraksi. Pilih-pilih mana barang yang dia butuhkan dan dia suka. Dan, tentu saja uang yang tersisa di laci toko. Sambil santai, Kholis menikmati juga minuman, makanan, dan rokok.

Bahkan, untuk menambah tenaga untuk naik dan turun atap toko, dia menenggak minuman suplemen isotonik. Sebab, dia juga harus memanggul karung berisi barang-barang curian dari toko. Aksi pencurian ini diketahui esok harinya oleh penjaga toko. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Tapi, sepandai-pandai Kholis mencuri, akhirnya ketahuan juga. Dia lengah jika di toko tersebut ada kamera CCTV.  ”Aksinya terekam CCTV itu,” kata Indro. Sewaktu mencuri pada 13 Mei itu, Kholis hampir dipergoki pegawai toko. Namun, dia berhasil kabur.

Karena pencurian berkali-kali itu lah, pengelola toko Al Yasini lapor ke polisi. Petugas pun menyelidikinya. Akhirnya, pelaku bisa dikenali. Yaitu, Kholis si residivis pencuri. Polisi pun menangkap pelaku di Pandaan.

Kepada petugas, tersangka tidak mengelak bahwa dirinya lah maling yang dicari-cari itu. ”Tersangka seorang residivis. Pernah dipenjara tahun 2015 karena kasus pencurian di SMPN 2 Bangil,” tambah Indro.

Mengapa nekat mencuri, setiap bulan lagi? Kholis berdalih nekat mencuri demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan lain. Sudah berusaha cari kerja ke mana-mana. Tapi, statusnya yang menjadi mantan narapidana membuatnya susah diterima bekerja.

”Saya pernah melamar ke perusahaan minuman, tapi ditolak,” ungkap Kholis kepada polisi. Setelah tertangkap lagi, sudah pasti dirinya akan masuk penjara lagi. Kholis pasrah. (one/far)

 

MOST READ

BERITA TERBARU