alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB Seret Mayat Lima Meter dari Mobil

Proses rekonstruksi diawali, saat mobil Innova dimasukkan ke dalam area lahan kosong, bekas bongkaran gedung dengan posisi mundur dari jalan. Pelaku memperagakan bagaimana ia membuang jasad korban.

Pertama, pelaku keluar dari mobil. Lalu membuka pintu tengah sisi kanan. Setelah itu mengeluarkan dari mobil. Jasad korban diseret hingga sekitar 5 meter ke lokasi pembuangan.

Rekonstruksi diikuti petugas dari berbagai jajaran. Mulai Polres Malang, Polres Pasuruan hingga Jatanras Polda Jatim. Selama proses rekonstruksi, tak satupun petugas memberi keterangan.

“Nanti saja ke Kabid Humas ya,” beber salah satu petugas di lokasi kejadian.

Kira-kira, proses rekonstruksi berakhir sekitar pukul 01.30. Sehingga rekonstruksi tak sampai setengah jam. Begitu rekonstruksi berakhir, semua petugas langsung geser.

Kasus pembunuhan Bagus memang begitu menyita perhatian. Ini terlihat dari banyaknya warga yang ingin menyaksikan rekonstruksi. Bahkan rela menunggu sampai dini hari.

Korban Bagus Perasetya Lazuardi semasa hidup. (Dok. Radar Bromo)

Salah satu warga sekitar yakni Dollah mengatakan, lokasi pembuangan mayat korban adalah lahan kosong bekas kantor proyek. Sudah setahun dibongkar. Tapi di lokasi ada warung lalapan. Biasanya buka sampai jam 23.00 atau pukul 11 malam. Jadi kemungkinan mayat Bagus dibuang di lokasi diatas pukul 23.00.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasus pembunuhan Bagus Prasetya Lazuardi menemukan titik terang. Jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim menangkap terduga pelakunya di Malang, Jumat (15/4).

Direskrimum Polda Jatim Kombespol Totok Suharyanto membenarkannya saat dikonfirmasi. Namun, dia belum mau banyak berkomentar. Sebab, pihaknya tengah mendalami bukti keterkaitannya. “Masih proses pemeriksaan. Bukti-buktinya sedang kami kuatkan,” ungkapnya.

Totok enggan menjawab saat disinggung jumlah terduga pelaku yang diamankan. Pun apakah yang ditangkap laki-laki atau perempuan. “Nanti pasti kami jelaskan secara detail kalau proses pemeriksaan sudah selesai,” tuturnya. (tom/fun)

 

Proses rekonstruksi diawali, saat mobil Innova dimasukkan ke dalam area lahan kosong, bekas bongkaran gedung dengan posisi mundur dari jalan. Pelaku memperagakan bagaimana ia membuang jasad korban.

Pertama, pelaku keluar dari mobil. Lalu membuka pintu tengah sisi kanan. Setelah itu mengeluarkan dari mobil. Jasad korban diseret hingga sekitar 5 meter ke lokasi pembuangan.

Rekonstruksi diikuti petugas dari berbagai jajaran. Mulai Polres Malang, Polres Pasuruan hingga Jatanras Polda Jatim. Selama proses rekonstruksi, tak satupun petugas memberi keterangan.

“Nanti saja ke Kabid Humas ya,” beber salah satu petugas di lokasi kejadian.

Kira-kira, proses rekonstruksi berakhir sekitar pukul 01.30. Sehingga rekonstruksi tak sampai setengah jam. Begitu rekonstruksi berakhir, semua petugas langsung geser.

Kasus pembunuhan Bagus memang begitu menyita perhatian. Ini terlihat dari banyaknya warga yang ingin menyaksikan rekonstruksi. Bahkan rela menunggu sampai dini hari.

Korban Bagus Perasetya Lazuardi semasa hidup. (Dok. Radar Bromo)

Salah satu warga sekitar yakni Dollah mengatakan, lokasi pembuangan mayat korban adalah lahan kosong bekas kantor proyek. Sudah setahun dibongkar. Tapi di lokasi ada warung lalapan. Biasanya buka sampai jam 23.00 atau pukul 11 malam. Jadi kemungkinan mayat Bagus dibuang di lokasi diatas pukul 23.00.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasus pembunuhan Bagus Prasetya Lazuardi menemukan titik terang. Jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim menangkap terduga pelakunya di Malang, Jumat (15/4).

Direskrimum Polda Jatim Kombespol Totok Suharyanto membenarkannya saat dikonfirmasi. Namun, dia belum mau banyak berkomentar. Sebab, pihaknya tengah mendalami bukti keterkaitannya. “Masih proses pemeriksaan. Bukti-buktinya sedang kami kuatkan,” ungkapnya.

Totok enggan menjawab saat disinggung jumlah terduga pelaku yang diamankan. Pun apakah yang ditangkap laki-laki atau perempuan. “Nanti pasti kami jelaskan secara detail kalau proses pemeriksaan sudah selesai,” tuturnya. (tom/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/