alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Bejat, Warga Gempol Ini Gauli Anak Tiri yang Masih SD saat Istri Kerja

BANGIL, Radar Bromo–Apa yang dilakukan MS, 34, sungguh keterlaluan. Warga Kecamatan Gempol ini bukannya menjaga anak tirinya tumbuh kembang dengan baik. Yang ada, ia justru tega menggaulinya.

Parahnya, aksi tersebut tidak hanya dilakukan sekali, melainkan dua kali. Tak tahan dengan perbuatan sang ayah tiri bejan, korban pun mengadukan ke budenya.

Dari situlah, kedok MS terbongkar. Hingga akhirnya, ia dilaporkan ke polisi dan harus menanggung perbuatannya itu dengan dijebloskan ke balik jeruji besi.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda menyampaikan, tersangka ditangkap di rumahnya, Senin (23/4) sekitar pukul 21.30.

Penangkapan itu berawal dari aksi jahat yang dilakukannya, terhadap anak tirinya sebut sajah Dahlia (nama samaran), 11, yang tak lain adalah anak tirinya. Bocah kelas 4 SD itu, dijadikan MS untuk memuaskan hasratnya.

Menurut Adrian, aksi jahat itu berlangsung 17 Maret 2020, sekitar pukul 16.00. Ketika itu, rumah yang ditinggali tersangka, dalam keadaan sepi. Hanya ada korban yang tengah bersantai di rumah tersebut.

Kebetulan, ibu kandung korban atau istri tersangka, belum pulang dari bekerja. Hal itu rupanya menjadi kesempatan bagi tersangka untuk menyalurkan niat jahatnya. Tersangka kemudian mengajak korban ke dalam kamar.

Di dalam kamar itulah, tersangka kemudian menyebutuhi anak tirinya. “Korban tidak bisa menolak karena diancam. Tersangka mengancam akan membunuh ibunya, bila tidak menuruti kemauannya,” ujar Adrian.

Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata tersangka mengaku melancarkan aksi bejat itu sebanyak dua kali. Caranya sama. Mengajak korban dan bila tidak mau, korban diancam ibunya akan dibunuh.

Korban juga diancam dibunuh, jika sampai bercerita kepada ibunya itu. “Karena itu pula, awalnya ia (korban) tidak berani bercerita,” tutur perwira polisi dengan tiga balok di pundak itu.

Namun, kedok tersangka akhirnya terkuak, ketika korban mengadu ke budenya. Korban mengadu, setelah merasakan sakit pada organ vitalnya. Dari situlah, korban bercerita kalau telah disetubuhi bapak tirinya.

Cerita tersebut, membuat pihak keluarga tidak menerimanya. Mereka kemudian mengadukan perbuatan tak patut itu ke pihak kepolisian, pada 21 Maret 2020. Berangkat dari laporan itulah, petugas kepolisian melakukan pendalaman.

Hingga akhirnya, petugas PPA Satreskrim Polres Pasuruan menjebloskan tersangka ke penjara. Berdasarkan keterangan, ia tega menyebutuhi korban lantaran kebutuhan biologisnya tak dipenuhi istrinya, “Ia kami tangkap di rumahnya, 23 Maret.” sambung Adrian.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 81 jo pasal 82 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya, bisa sampai 20 tahun penjara. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo–Apa yang dilakukan MS, 34, sungguh keterlaluan. Warga Kecamatan Gempol ini bukannya menjaga anak tirinya tumbuh kembang dengan baik. Yang ada, ia justru tega menggaulinya.

Parahnya, aksi tersebut tidak hanya dilakukan sekali, melainkan dua kali. Tak tahan dengan perbuatan sang ayah tiri bejan, korban pun mengadukan ke budenya.

Dari situlah, kedok MS terbongkar. Hingga akhirnya, ia dilaporkan ke polisi dan harus menanggung perbuatannya itu dengan dijebloskan ke balik jeruji besi.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda menyampaikan, tersangka ditangkap di rumahnya, Senin (23/4) sekitar pukul 21.30.

Penangkapan itu berawal dari aksi jahat yang dilakukannya, terhadap anak tirinya sebut sajah Dahlia (nama samaran), 11, yang tak lain adalah anak tirinya. Bocah kelas 4 SD itu, dijadikan MS untuk memuaskan hasratnya.

Menurut Adrian, aksi jahat itu berlangsung 17 Maret 2020, sekitar pukul 16.00. Ketika itu, rumah yang ditinggali tersangka, dalam keadaan sepi. Hanya ada korban yang tengah bersantai di rumah tersebut.

Kebetulan, ibu kandung korban atau istri tersangka, belum pulang dari bekerja. Hal itu rupanya menjadi kesempatan bagi tersangka untuk menyalurkan niat jahatnya. Tersangka kemudian mengajak korban ke dalam kamar.

Di dalam kamar itulah, tersangka kemudian menyebutuhi anak tirinya. “Korban tidak bisa menolak karena diancam. Tersangka mengancam akan membunuh ibunya, bila tidak menuruti kemauannya,” ujar Adrian.

Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata tersangka mengaku melancarkan aksi bejat itu sebanyak dua kali. Caranya sama. Mengajak korban dan bila tidak mau, korban diancam ibunya akan dibunuh.

Korban juga diancam dibunuh, jika sampai bercerita kepada ibunya itu. “Karena itu pula, awalnya ia (korban) tidak berani bercerita,” tutur perwira polisi dengan tiga balok di pundak itu.

Namun, kedok tersangka akhirnya terkuak, ketika korban mengadu ke budenya. Korban mengadu, setelah merasakan sakit pada organ vitalnya. Dari situlah, korban bercerita kalau telah disetubuhi bapak tirinya.

Cerita tersebut, membuat pihak keluarga tidak menerimanya. Mereka kemudian mengadukan perbuatan tak patut itu ke pihak kepolisian, pada 21 Maret 2020. Berangkat dari laporan itulah, petugas kepolisian melakukan pendalaman.

Hingga akhirnya, petugas PPA Satreskrim Polres Pasuruan menjebloskan tersangka ke penjara. Berdasarkan keterangan, ia tega menyebutuhi korban lantaran kebutuhan biologisnya tak dipenuhi istrinya, “Ia kami tangkap di rumahnya, 23 Maret.” sambung Adrian.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 81 jo pasal 82 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya, bisa sampai 20 tahun penjara. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/