alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Pakai Mini Trawl, Tiga Nelayan asal Nguling Ditangkap di Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Tertangkap basah menangkap ikan dengan mini trawl, tiga nelayan Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, diamankan. Mereka diamankan petugas Polairud Polres Probolinggo Selasa (15/3) pagi.

Ketiganya yaitu Subawi, 52; Mustofa 38; dan Yunaidi, 55. Mereka tidak hanya diamankan. Mini trawl yang mereka gunakan juga diamankan oleh petugas Polairud. Sebab, alat itu dilarang untuk digunakan menangkap ikan.

Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno saat ditemui di kantornya menerangkan, mulanya petugas mendapat laporan dari nelayan. Ada tiga nelayan Pasuruan yang masuk wilayah tangkap Probolinggo. Mereka masuk perairan Tongas.

Ketiganya menangkap ikan dengan menggunakan alat mini trawl. Padahal, alat itu dilarang untuk menangkap ikan. Sebab, dapat merusak ekosistem bawah laut. Termasuk merusak terumbu karang.

“Mendapati laporan itu, petugas yang patroli langsung bergeser ke perairan Tongas. Dan benar adanya. Sehingga untuk menghindari konflik antarnelayan, petugas meminta ketiga kapal tersebut menuju kantor Polairud di Dermaga Tanjung Tembaga Mayangan,” terang AKP Slamet.

Sampai di kantor, petugas menjelaskan tentang kesalahan yang dilakukan ketiganya. Petugas juga memanggil kepala Desa Kedawang guna memberikan pembinaan.

AKP Slamet menjelaskan, sesuai dengan undang undang tangkap, trawl merupakan alat tangkap ilegal. Namun, petugas memberikan diskresi, karena mereka nelayan kecil dengan kapal di bawah 3 GT. Diskresi dilakukan dengan cara menyita alat tangkap tersebut.

Mereka juga diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulang lagi perbuatannya. Selanjutnya, ketiganya diperbolehkan pulang dengan membawa kapal masing-masing.

MAYANGAN, Radar Bromo – Tertangkap basah menangkap ikan dengan mini trawl, tiga nelayan Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, diamankan. Mereka diamankan petugas Polairud Polres Probolinggo Selasa (15/3) pagi.

Ketiganya yaitu Subawi, 52; Mustofa 38; dan Yunaidi, 55. Mereka tidak hanya diamankan. Mini trawl yang mereka gunakan juga diamankan oleh petugas Polairud. Sebab, alat itu dilarang untuk digunakan menangkap ikan.

Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno saat ditemui di kantornya menerangkan, mulanya petugas mendapat laporan dari nelayan. Ada tiga nelayan Pasuruan yang masuk wilayah tangkap Probolinggo. Mereka masuk perairan Tongas.

Ketiganya menangkap ikan dengan menggunakan alat mini trawl. Padahal, alat itu dilarang untuk menangkap ikan. Sebab, dapat merusak ekosistem bawah laut. Termasuk merusak terumbu karang.

“Mendapati laporan itu, petugas yang patroli langsung bergeser ke perairan Tongas. Dan benar adanya. Sehingga untuk menghindari konflik antarnelayan, petugas meminta ketiga kapal tersebut menuju kantor Polairud di Dermaga Tanjung Tembaga Mayangan,” terang AKP Slamet.

Sampai di kantor, petugas menjelaskan tentang kesalahan yang dilakukan ketiganya. Petugas juga memanggil kepala Desa Kedawang guna memberikan pembinaan.

AKP Slamet menjelaskan, sesuai dengan undang undang tangkap, trawl merupakan alat tangkap ilegal. Namun, petugas memberikan diskresi, karena mereka nelayan kecil dengan kapal di bawah 3 GT. Diskresi dilakukan dengan cara menyita alat tangkap tersebut.

Mereka juga diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulang lagi perbuatannya. Selanjutnya, ketiganya diperbolehkan pulang dengan membawa kapal masing-masing.

MOST READ

BERITA TERBARU

/