alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Janji Dinikahi, Duda Setubuhi Bocah SD di Vila Tretes Prigen  

BANGIL, Radar Bromo-Apa yang dilakukan Abd, 26 ini sungguh keterlaluan. Pria asal Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo ini menyetubuhi bocah SD di sebuah vila kawasan Tretes, Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Bukan hanya sekali. Tapi, sampai lima kali, duda satu anak ini, melampiaskan nafsunya. Korban persebutuhan itu sebut saja Bunga (nama samaran), 12 berstatus pelajar kelas enam SD.

Tersangka dengan teganya menyetubuhi korban, di sebuah vila. Modusnya, dengan mengiming-imingi korban, untuk bisa menikah dengannya.

Perbuatan jahat itu akhirnya terendus oleh pihak orang tua Bunga. Tak terima anaknya diperlakukan tak patut, pihak keluarga korban pun melaporkan kasus ini ke polisi. Dari laporan itulah, pihak kepolisian akhirnya menangkapnya.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menguraikan, tersangka ditangkap 26 Februari 2021. Penangkapan itu didasari atas kasus persetubuhan yang melilitnya. “Tersangka dengan tega menyetubuhi anak yang masih di bawah umur,” kata Rofiq.

Kasus persetubuhan itu, awalnya terjadi November 2020 lalu. Ketika itu, Abd mengajak korban untuk jalan-jalan ke pasar Porong, Sidoarjo. Korban yang disebut-sebut berstatus pacarnya itu, meyanggupi.

Mereka kemudian pergi ke Pasar Porong berboncengan motor. Namun, bukannya ke Pasar Porong, Abd malah tancap gas, membawa korban ke sebuah vila yang ada di wilayah Tretes, Prigen.

Saat itulah, Abd melampiaskan nafsu bejatnya. Kepada korban, ia mengaku akan menikahinya. Hal itu, akhirnya membuat korban yang masih bau kencur, luluh.

“Aksi tersebut, tidak hanya dilakukan sekali. Tetapi lima kali. Terakhir pada 25 Februari 2021,” ujarnya.

Hingga kedok tersangka diketahui oleh orang tua korban. Dari situlah, pihak keluarga tidak menerimakannya. Pihak keluarga kemudian melaporkan ke Polsek Tanggulangin dan menangkap tersangka di wilayah setempat.

Pihak polsek setempat, kemudian menyerahkan kasus ini ke pihak PPA Polres Pasuruan. Hal ini dikarenakan, tempat kejadian perkaranya, berada di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Saat diwawancara, Khiorul Abidin mengaku, kalau ia dan korban memang memiliki hubungan asmara. Ia melakukannya, dengan dalih suka sama suka. “Dia pacar saya,” ungkap tersangka. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo-Apa yang dilakukan Abd, 26 ini sungguh keterlaluan. Pria asal Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo ini menyetubuhi bocah SD di sebuah vila kawasan Tretes, Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Bukan hanya sekali. Tapi, sampai lima kali, duda satu anak ini, melampiaskan nafsunya. Korban persebutuhan itu sebut saja Bunga (nama samaran), 12 berstatus pelajar kelas enam SD.

Tersangka dengan teganya menyetubuhi korban, di sebuah vila. Modusnya, dengan mengiming-imingi korban, untuk bisa menikah dengannya.

Perbuatan jahat itu akhirnya terendus oleh pihak orang tua Bunga. Tak terima anaknya diperlakukan tak patut, pihak keluarga korban pun melaporkan kasus ini ke polisi. Dari laporan itulah, pihak kepolisian akhirnya menangkapnya.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menguraikan, tersangka ditangkap 26 Februari 2021. Penangkapan itu didasari atas kasus persetubuhan yang melilitnya. “Tersangka dengan tega menyetubuhi anak yang masih di bawah umur,” kata Rofiq.

Kasus persetubuhan itu, awalnya terjadi November 2020 lalu. Ketika itu, Abd mengajak korban untuk jalan-jalan ke pasar Porong, Sidoarjo. Korban yang disebut-sebut berstatus pacarnya itu, meyanggupi.

Mereka kemudian pergi ke Pasar Porong berboncengan motor. Namun, bukannya ke Pasar Porong, Abd malah tancap gas, membawa korban ke sebuah vila yang ada di wilayah Tretes, Prigen.

Saat itulah, Abd melampiaskan nafsu bejatnya. Kepada korban, ia mengaku akan menikahinya. Hal itu, akhirnya membuat korban yang masih bau kencur, luluh.

“Aksi tersebut, tidak hanya dilakukan sekali. Tetapi lima kali. Terakhir pada 25 Februari 2021,” ujarnya.

Hingga kedok tersangka diketahui oleh orang tua korban. Dari situlah, pihak keluarga tidak menerimakannya. Pihak keluarga kemudian melaporkan ke Polsek Tanggulangin dan menangkap tersangka di wilayah setempat.

Pihak polsek setempat, kemudian menyerahkan kasus ini ke pihak PPA Polres Pasuruan. Hal ini dikarenakan, tempat kejadian perkaranya, berada di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Saat diwawancara, Khiorul Abidin mengaku, kalau ia dan korban memang memiliki hubungan asmara. Ia melakukannya, dengan dalih suka sama suka. “Dia pacar saya,” ungkap tersangka. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/