alexametrics
25 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Korban Penganiayaan Debt Collector: Mungkin Cemburu Mantan Istri Dinikahi

Sementara itu, saat ditanya motif tersangka, ia menyebutkan tidak mengetahui pasti. Hanya saja, mantan istri tersangka yakni Rohani, pernah menjadi istrinya sebentar. “Mungkin karena mantan istrinya nikah sama saya itu, dia (Sahlal, Red) marah. Sebentar hanya satu minggu menikah. Karena tidak ada kecocokan dengan anak saya, makanya cerai,” ulasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sahlal Hariyadi menjadi tersangka atas kasus penganiayaan yang dilakukan pada 2021 lalu. Ia menjadi DPO kasusnya sudah seharusnya dihadapkan ke kejaksaan. Namun pada panggilan pertama dan kedua tersangka tidak hadir.

Motif tindak pidana tersangka sendiri disebut polisi tidak ada hubungannya dengan profesinya sebagai debt collector. Melainkan karena motif asmara.

 

Tetap Perlu Kehadiran Tersangka

Di sisi lain, sampai saat ini kepolisian masih memburu Sahlal. Polisi tetap memerlukan keterangan dan kesaksiannya, untuk dimasukkan ke berkas perkara.

Bagi polisi, sulit menyelesaikan perkara Sahlal di persidangan tanpa kehadiran warga Kalibuntu tersebut. Apalagi jika disidangkan secara in absentia alias tak menghadirkan terdakwa di persidangan.

“Tidak bisa (in absentia, Red). Karena tersangka belum pernah di hadapkan pada kejakasaan. Sebab prosesnya kan seperti itu. Tersangka memang sengaja menghindar. Saat ini keberadaan pelaku belum ditemukan,” beber Kompol Sujuanto Kapolsek Kraksaan. (mu/fun)

Sementara itu, saat ditanya motif tersangka, ia menyebutkan tidak mengetahui pasti. Hanya saja, mantan istri tersangka yakni Rohani, pernah menjadi istrinya sebentar. “Mungkin karena mantan istrinya nikah sama saya itu, dia (Sahlal, Red) marah. Sebentar hanya satu minggu menikah. Karena tidak ada kecocokan dengan anak saya, makanya cerai,” ulasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sahlal Hariyadi menjadi tersangka atas kasus penganiayaan yang dilakukan pada 2021 lalu. Ia menjadi DPO kasusnya sudah seharusnya dihadapkan ke kejaksaan. Namun pada panggilan pertama dan kedua tersangka tidak hadir.

Motif tindak pidana tersangka sendiri disebut polisi tidak ada hubungannya dengan profesinya sebagai debt collector. Melainkan karena motif asmara.

 

Tetap Perlu Kehadiran Tersangka

Di sisi lain, sampai saat ini kepolisian masih memburu Sahlal. Polisi tetap memerlukan keterangan dan kesaksiannya, untuk dimasukkan ke berkas perkara.

Bagi polisi, sulit menyelesaikan perkara Sahlal di persidangan tanpa kehadiran warga Kalibuntu tersebut. Apalagi jika disidangkan secara in absentia alias tak menghadirkan terdakwa di persidangan.

“Tidak bisa (in absentia, Red). Karena tersangka belum pernah di hadapkan pada kejakasaan. Sebab prosesnya kan seperti itu. Tersangka memang sengaja menghindar. Saat ini keberadaan pelaku belum ditemukan,” beber Kompol Sujuanto Kapolsek Kraksaan. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/