alexametrics
25 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Korban Penganiayaan Debt Collector: Mungkin Cemburu Mantan Istri Dinikahi

“Saya sakit hati dong dijelek-jelekkan. Tak berapa lama kemudian tersangka mendatangi saya,” kata Hadari.

Saat mendatanginya, Hadari menyebutkan, tersangka bersama seorang temannya yang memiliki tubuh gempal. Kontan saja itu cukup membuat nyalinya menciut. Saat bersamaan, adu mulut kembali terjadi.

Namun berbeda dengan sebelumnya. Adu mulut itu menjurus kasar. Hadari lalu mendapat bogeman di pipi kanannya. “Masih cekcok, setelah itu mukul saya. Ya tidak saya lawan. Sebab ada temannya. Coba kalau satu lawan satu, pasti saya lawan. Temannya tidak ikut memukuli,” ujarnya.

Usai kejadian tersebut, lanjutnya, bersama Suraya ia melakukan visum ke rumah sakit. Selang tiga hari, ia pun melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

“Tidak langsung laporan. Saya visum dulu,” bebernya.

Beberapa hari pascakejadian, ia menyebutkan, dirinya sempat mendapatkan sejumlah ancaman. Sementara itu, saat ditanya apakah dia mengetahui latar belakang tersangka yang dikenal sebagai debt collector, Hadari cukup mengetahui.

“Diancam oleh dia saat sempat ketemu. Awas kalau melapor, saya kompoy (cucu) bajingan di mana gitu katanya. Saya juga tau dia kan jabel (debt collector),” bebernya.

Ia menyebutkan, sedikit pun ia tidak gentar untuk melaporkan tersangka. Sebab selain dirinya, warga juga cukup khawatir dengan tersangka. “Coba lihat pemberitaan, pasti komentarnya jelek semua. Sebab, warga tahu kelakuannya,” jelasnya.

“Saya sakit hati dong dijelek-jelekkan. Tak berapa lama kemudian tersangka mendatangi saya,” kata Hadari.

Saat mendatanginya, Hadari menyebutkan, tersangka bersama seorang temannya yang memiliki tubuh gempal. Kontan saja itu cukup membuat nyalinya menciut. Saat bersamaan, adu mulut kembali terjadi.

Namun berbeda dengan sebelumnya. Adu mulut itu menjurus kasar. Hadari lalu mendapat bogeman di pipi kanannya. “Masih cekcok, setelah itu mukul saya. Ya tidak saya lawan. Sebab ada temannya. Coba kalau satu lawan satu, pasti saya lawan. Temannya tidak ikut memukuli,” ujarnya.

Usai kejadian tersebut, lanjutnya, bersama Suraya ia melakukan visum ke rumah sakit. Selang tiga hari, ia pun melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

“Tidak langsung laporan. Saya visum dulu,” bebernya.

Beberapa hari pascakejadian, ia menyebutkan, dirinya sempat mendapatkan sejumlah ancaman. Sementara itu, saat ditanya apakah dia mengetahui latar belakang tersangka yang dikenal sebagai debt collector, Hadari cukup mengetahui.

“Diancam oleh dia saat sempat ketemu. Awas kalau melapor, saya kompoy (cucu) bajingan di mana gitu katanya. Saya juga tau dia kan jabel (debt collector),” bebernya.

Ia menyebutkan, sedikit pun ia tidak gentar untuk melaporkan tersangka. Sebab selain dirinya, warga juga cukup khawatir dengan tersangka. “Coba lihat pemberitaan, pasti komentarnya jelek semua. Sebab, warga tahu kelakuannya,” jelasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/