alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Korban Penganiayaan Debt Collector: Mungkin Cemburu Mantan Istri Dinikahi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Perburuan polisi terhadap Sahlal Hariyadi, 44, menjadi perhatian masyarakat. Sampai saat ini masih banyak yang bertanya, mengapa kasus ini bisa terjadi. Banyak yang beranggapan, kasus ini berkaitan dengan pekerjaan Sahlal yang dikenal sebagai debt collector. Meski sebenarnya bukan.

Hingga Jawa Pos Radar Bromo, berhasil menemui Hadari 54. Warga Dusun Krajan, Desa Sokaan, Kecamatan Krejengan yang menjadi korban penganiayaan Sahlal. Hadari sejauh ini juga belum mengetahui persis, apa latar belakang warga Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan tersebut, menganiaya dirinya.

Ia menceritakan, kejadian terjadi Selasa (28/9) sekitar pukul 09.00. Saat itu dia yang seorang diri, bermain ke rumah seorang temannya di Perumahan Kebonagung, Kraksaan. “Saya sedang duduk-duduk dengan seorang teman di rumahnya, namanya Suraya. Saat itu ia (Suraya, Red) sedang telepon-teleponan dengan Sahlal (tersangka, Red),” beber Hadari, saat ditemui di rumah sepupunya di Desa Sokaan, Selasa (15/2).

Debt Collector asal Kalibuntu Buron karena Kasus Ini

Saat telfon, percakapan Suraya dan tersangka terdengar oleh Hadari. Dari sanalah awalnya permasalahan bermula.

“Saat telponan itu saya dengar kalau dia menjelek-jelakan saya. Kemudian saya ambil HP-nya dan tanya maksudnya, kenapa menjelekkan saya?,” ujar Hadari.

Cekcok di dalam telepon terjadi. Setelah telepon ditutup, Sahlal berniat mendatangi lokasi Hadari saat itu. Panggilan selular pun ditutup.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Perburuan polisi terhadap Sahlal Hariyadi, 44, menjadi perhatian masyarakat. Sampai saat ini masih banyak yang bertanya, mengapa kasus ini bisa terjadi. Banyak yang beranggapan, kasus ini berkaitan dengan pekerjaan Sahlal yang dikenal sebagai debt collector. Meski sebenarnya bukan.

Hingga Jawa Pos Radar Bromo, berhasil menemui Hadari 54. Warga Dusun Krajan, Desa Sokaan, Kecamatan Krejengan yang menjadi korban penganiayaan Sahlal. Hadari sejauh ini juga belum mengetahui persis, apa latar belakang warga Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan tersebut, menganiaya dirinya.

Ia menceritakan, kejadian terjadi Selasa (28/9) sekitar pukul 09.00. Saat itu dia yang seorang diri, bermain ke rumah seorang temannya di Perumahan Kebonagung, Kraksaan. “Saya sedang duduk-duduk dengan seorang teman di rumahnya, namanya Suraya. Saat itu ia (Suraya, Red) sedang telepon-teleponan dengan Sahlal (tersangka, Red),” beber Hadari, saat ditemui di rumah sepupunya di Desa Sokaan, Selasa (15/2).

Debt Collector asal Kalibuntu Buron karena Kasus Ini

Saat telfon, percakapan Suraya dan tersangka terdengar oleh Hadari. Dari sanalah awalnya permasalahan bermula.

“Saat telponan itu saya dengar kalau dia menjelek-jelakan saya. Kemudian saya ambil HP-nya dan tanya maksudnya, kenapa menjelekkan saya?,” ujar Hadari.

Cekcok di dalam telepon terjadi. Setelah telepon ditutup, Sahlal berniat mendatangi lokasi Hadari saat itu. Panggilan selular pun ditutup.

MOST READ

BERITA TERBARU

/