Polisi Bekuk Pembobol SMPN 3 Puspo usai Dua Tahun Buron, Ini Tampangnya

BANGIL, Radar Bromo – Membobol SMPN 3 Puspo dua tahun lalu, tidak lantas membuat Nur Hosyim, 39, bisa lari dari tanggung jawab. Senin (13/1) petang, dia akhirnya ditangkap anggota Buser Satreskrim Polres Pasuruan setelah dua tahun buron.

Kanitbuser Polres Pasuruan Iptu Maryana mengungkapkan, tersangka diringkus saat melintas di jalan kampungnya. Yaitu di Dusun Tanjek Wetan, Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Petugas yang memang sudah mengincarnya, kemudian mencegat dan menangkapnya.

“Kami menangkap tersangka sekitar pukul 18.30,” kata Maryana saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda.

Maryana menambahkan, tersangka ditangkap karena diduga terlibat dalam pembobolan SMPN 3 Puspo pada Februari 2018. Tersangka beraksi tidak sendirian. Melainkan bersama rekannya, EI yang kini masih buron.

“Keduanya berbagi peran. Tersangka Nur Hosyim, berperan mengawasi situasi di depan sekolah. Sementara rekannya yang masih buron, berperan sebagai eksekutor,” sampainya.

Mereka masuk ke SMPN 3 Puspo dengan merusak pintu sekolah. Kemudian mengambil barang-barang yang ada di dalam sekolah satu atap itu.

Ada sejumlah barang yang digarong. Antara lain, empat buah laptop dan satu proyektor. Keduanya lantas menjual barang-barang hasil curian itu.

“Hasilnya mereka bagi. Tersangka Nur Hosyim mengaku mendapatkan bagian Rp 200 ribu,” tambahnya.

Pihak sekolah sendiri baru mengetahui kejadian tersebut pagi hari. Setelah itu, pihak sekolah melaporkan pencurian itu ke polisi. Lantaran aksi pencurian itu, merugikan sekolah hingga Rp 26 juta.

Berangkat dari laporan itulah, petugas Buser bergerak melakukan penelusuran. Hingga akhirnya, tersangka berhasil diringkus. Dari pengakuannya, kata Maryana, tersangka terpaksa mencuri untuk menyambung hidup.

Kini, karena ulahnya itu, tersangka disangkakan melanggar pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ia terancam hukuman tujuh tahun penjara. (one/hn/fun)