Keluarga-Pendukung Anggota DPRD Tersangka Ijazah Palsu Lurug Polres-DPRD

TUNTUT KEADILAN: Keluarga dan simpatisan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo yang terjerat ijazah palsu saat melurug Mapolres Probolinggo, Senin (14/10). (Mukhamad Rosyidi/Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ratusan keluarga dan simpatisan Abdul Kadir, melurug Polres dan kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Senin (14/10). Mereka mendukung upaya Polres untuk menindak para pelaku jual beli ijazah palsu hingga ke akarnya.

Mereka datang dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Sejumlah poster dengan beragam tulisan pun mereka bawa selama aksi itu. Massa terlebih dahulu mendatangi Mapolres. Akibatnnya, jalur pantura sempat lumpuh selama beberapa menit. Sebab, massa aksi berseliweran di tengah jalan.

Tidak lama kemudian, massa diminta masuk ke halaman Mapolres. Di sini, mereka ditemui Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto. Setelah itu, perwakilan massa diterima Kapolres di ruangannya di lantai dua.

Selama sekitar 20 menit, digelar pertemuan antara Kapolres dengan perwakilan massa. Namun, pertemuan itu dilakukan secara tertutup.

Hosnan Taufik, koordinator aksi dan pengacara Abdul Kadir mengatakan, pihaknya membawa beberapa tuntutan dalam aksi itu. Salah satunya, mendukung upaya polisi untuk menindak pelaku jual beli ijazah sampai ke akarnya. Apalagi, polisi secara tegas telah menetapkan kadir sebagai pengguna.

“Dengan begitu pasti ada pembuatnya. Bagaimana dengan pembuatnya? Itu yang harus ditangkap juga,” katanya.

Di sisi lain, penetapan Kadir sebagai tersangka menurut Hosnan termasuk aneh. Sebab, penetapannya sebagai tersangka sangat cepat. Sementara otak atau inisiator pembuat ijazah palsu tak kunjung ditetapkan sebagai tersangka.

“itu yang terjadi. Jika polisi tidak segera menetapkan tersangka pembuat ijazah palsu, maka akan kami laporkan. Jon (Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Probolinggo) akan kami laporkan melakukan penipuan,” katanya.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto menegaskan, para pendemo meminta pihaknya menindak pelaku pemalsuan ijazah sampai ke akarnya. Pihaknya menurut Eddwi, menyetujui tuntutan itu.

Namun, proses hukum tidak bisa dilakukan dengan grusa-grusu. Butuh proses untuk memenuhi tuntutan itu.

“Kami siap menindak sampai ke akarnya. Tetapi, tidak semudah membalik telapak tangan. Ada prosesnya,” ujarnya.

Dari Mapolres Probolinggo, para pendemo menuju gedung DPRD Kabupaten Probolinggo. mereka lantas berorasi di depan gedung dewan.

Pimpinan DPRD akhirnya menerima perwakilan pendemo. Sebanyak tujuh perwakilan, diterima pimpinan DPRD di gedung DPRD. Mereka terdiri dari advokat dan keluarga Abdul Kadir.

Pada pimpinan DPRD, pengacara Hosnan Taufik meminta agar DPRD mendukung penyelesaikan kasus tersebut dengan sportif. Artinya, pimpinan DPRD tidak melindungi saat ada anggotanya yang terjerat kasus hukum. Siapapun itu.

“Kami meminta agar DPRD mendukung. Artinya, DPR tidak melindungi anggotanya yang terlibat,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo, usai menemui perwakilan pendukung menegaskan, pihaknya siap mendukung kasus itu. Pihaknya berjanji tidak akan memberikan perlindungan pada anggota dewan yang terlibat.

“Kami siap mendukung. Kami tidak akan melindungi siapapun,” ujarnya. (sid/hn)