Ini Kronologi Pengeroyokan usai Orkesan di Tegalsiwalan

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Tontonan orkesan Kamis (13/8) malam itu membawa duka mendalam bagi keluarga Fathur, 20. Remaja itu seharusnya pulang ke rumah, usai nonton orkes. Namun, dia justru tewas bersimbah darah dengan luka parah di leher.

Tubuhnya terkapar di tepi jalan Dusun Sumbermuning, Desa Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 23.00. Lehernya nyaris putus akibat bacokan. Sementara tanah kering di sekitarnya, basah karena darah yang mengucur deras dari leher.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo di lapangan, malam itu korban nonton orkes di Dusun Sumbermuning, Desa Tegalsiwalan. Warga Dusun Paohan, Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan, itu nonton bersama seorang temannya dengan berboncengan sepeda motor.

Usai nonton orkes, korban pulang bersama temannya. Korban menyetir, sementara rekannya dibonceng. Dalam perjalanan pulang itulah, korban tiba-tiba dihadang enam pemuda. Dia dihadang di tengah jalan di Dusun Sumbermuning, tidak jauh dari lokasi orkes.

Tanpa basa-basi, enam pemuda itu menghentikan korban. Lalu, mereka langsung membacok korban. Sementara rekan korban yang dibonceng langsung kabur. Dia lari saat korban dikeroyok.

Korban yang tidak siap, tidak sempat melakukan perlawanan. Korban pun langsung roboh begitu dibacok. Tubuhnya terkapar dengan luka parah di leher akibat bacokan. Bahkan, leher sebelah kanan nyaris putus. Begitu korban roboh, enam pemuda itu pun langsung kabur.

Berita kematian korban pun cepat tersebar. Keluarga dan kerabat korban yang mendengar peristiwa itu, langsung mendatangi lokasi kejadian malam itu juga. Tangis histeris pun memecah hening malam itu di Dusun Sumbermuning.

Baca Juga: Pulang Nonton Orkes Arek Tegalsono Tewas Dibacok, 5 Diamankan

Tohir, seorang kerabat korban menjelaskan, malam itu korban pamitan ke keluarga untuk menghadiri acara hajatan tetangga desanya di Tegalsiwalan. Tapi, tiba-tiba keluarga mendengar kabar bahwa korban dikeroyok. “Informasi yang kami dengar, dia dibacok orang tidak dikenal saat mau pulang,” kata Tohir.

Kapolsek Tegalsiwalan Iptu Lukman Wahyudi membenarkan kejadian itu. Menurutnya, penganiayaan berat yang menimpa korban terjadi saat korban hendak pulang usai nonton acara orkesan.

”Korban Fathur waktu itu bersama temannya hendak pulang habis nonton orkes. Dia dihadang sekelompok pelaku yang diduga punya dendam pada korban,” tuturnya.

Setelah korban terkapar dengan luka bacok, para pelaku langsung kabur. Sementara teman korban mencari bantuan. Sesaat setelah pengeroyokan itu, warga dan polisi tiba di lokasi kejadian.

”Saat dicek ke lokasi kejadian, korban Fathur sudah meninggal. Kami langsung bawa mayatnya ke kamar mayat RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk divisum,” terangnya. (mas/hn)