alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Kasus Korupsi Bosda Kota Probolinggo, Upayakan Kembalikan Kerugian Negara

KANIGARAN, Radar Bromo Proses penyidikan dugaan korupsi BOSDA SD-SMP tahun 2020 di Kota Probolinggo, terus dikebut. Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo tengah berupaya mengembalikan kerugian negara dalam kasus itu.

Kepala Kejari (Kajari) Kota Probolinggo Hartono melalui Kasi Intel Thesar Yudi Prasetya mengatakan, dugaan korupsi anggaran BOSDA tahun 2020 itu mengakibatkan kerugian negara cukup besar. Sekitar Rp 974 juta.

”Sekarang masih dalam proses penyidikan. Tim penyidik sudah berupaya mengebut proses penyidikan itu supaya segera tuntas,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Menurutnya, saat ini penyidik tengah berupaya mengembalikan kerugian negara dalam kasus itu.  Upaya mendalami kasus tersebut tengah dilakukan. Termasuk mendalami anggaran kegiatan tersebut mengalir ke mana saja.

”Betul, penyidik sedang berupaya untuk mengembalikan kerugian keuangan negara. Tentang hasilnya bagaimana, itu masih materi penyidikan,” lanjutnya.

Diketahui, Kejari Kota Probolinggo menetapkan empat tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan dana BOSDA SD-SMP di Kota Probolinggo tahun 2020. Diduga kuat, para tersangka telah menyalahgunakan anggaran BOSDA untuk pengadaan lembar kerja siswa (LKS) senilai Rp 2,4 miliar.

Para tersangka itu adalah Kepala Disdikbud Kota Probolinggo saat itu, Mohamad Maskur. Lalu, Basori selalu PPTK dan Budi Wahyu Riyanto yang saat itu menjadi kabid Pendidikan Dasar (Pendas). Satu tersangka lagi dari rekanan, yaitu Edi selaku direktur CV Mitra Widyatama. (mas/hn)

 

KANIGARAN, Radar Bromo Proses penyidikan dugaan korupsi BOSDA SD-SMP tahun 2020 di Kota Probolinggo, terus dikebut. Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo tengah berupaya mengembalikan kerugian negara dalam kasus itu.

Kepala Kejari (Kajari) Kota Probolinggo Hartono melalui Kasi Intel Thesar Yudi Prasetya mengatakan, dugaan korupsi anggaran BOSDA tahun 2020 itu mengakibatkan kerugian negara cukup besar. Sekitar Rp 974 juta.

”Sekarang masih dalam proses penyidikan. Tim penyidik sudah berupaya mengebut proses penyidikan itu supaya segera tuntas,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Menurutnya, saat ini penyidik tengah berupaya mengembalikan kerugian negara dalam kasus itu.  Upaya mendalami kasus tersebut tengah dilakukan. Termasuk mendalami anggaran kegiatan tersebut mengalir ke mana saja.

”Betul, penyidik sedang berupaya untuk mengembalikan kerugian keuangan negara. Tentang hasilnya bagaimana, itu masih materi penyidikan,” lanjutnya.

Diketahui, Kejari Kota Probolinggo menetapkan empat tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan dana BOSDA SD-SMP di Kota Probolinggo tahun 2020. Diduga kuat, para tersangka telah menyalahgunakan anggaran BOSDA untuk pengadaan lembar kerja siswa (LKS) senilai Rp 2,4 miliar.

Para tersangka itu adalah Kepala Disdikbud Kota Probolinggo saat itu, Mohamad Maskur. Lalu, Basori selalu PPTK dan Budi Wahyu Riyanto yang saat itu menjadi kabid Pendidikan Dasar (Pendas). Satu tersangka lagi dari rekanan, yaitu Edi selaku direktur CV Mitra Widyatama. (mas/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/