25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Tunggu Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Kraton

LEKOK, Radar Bromo – Dunia seakan runtuh bagi Mulayani. Perempuan 35 tahun tersebut terus menangisi kepergian Abdul Rahman. Pemuda 22 tahun itu adalah tulang punggung keluarga setelah Mulayani pisah dengan suaminya. Namun, dua minggu berlalu sejak anak tunggalnya mati dibunuh, belum satu pun pelaku tertangkap.

Rahman menjadi korban pengeroyokan belasan pemuda brutal pada Jumat malam (5/8) di Jalan Kalirejo, Kecamatan Kraton. Bersama seorang temannya, Rahman dibawa di rumah sakit akibat luka bacokan senjata tajam. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Sejak itu, Mulayani terus meratapi kematian putranya. Bersama ibunya yang juga nenek Rahman, Mulayani mengaku sangat kehilangan putranya itu. Sejak dirinya menjanda, Rahmanlah yang mencari nafkah. Keluarganya sangat kehilangan.

Dikeroyok usai Nonton Hiburan, Pemuda Lekok Tewas, Satunya Masuk IGD

”Saya tidak percaya ini. Setiap hari saya menangisinya,” ujar Mulayani dalam bahasa Madura. Kemudian menangis sesenggukan.

Dia bercerita. Jumat sekitar pukul 17.00 itu, Rahman meminta izin pergi menonton pertunjukan sound system di Kraton. Habis salat Magrib, Rahman berangkat bersama teman-temannya. Mulayani mengaku tidak punya firasat apa-apa saat sang putra berangkat.

LEKOK, Radar Bromo – Dunia seakan runtuh bagi Mulayani. Perempuan 35 tahun tersebut terus menangisi kepergian Abdul Rahman. Pemuda 22 tahun itu adalah tulang punggung keluarga setelah Mulayani pisah dengan suaminya. Namun, dua minggu berlalu sejak anak tunggalnya mati dibunuh, belum satu pun pelaku tertangkap.

Rahman menjadi korban pengeroyokan belasan pemuda brutal pada Jumat malam (5/8) di Jalan Kalirejo, Kecamatan Kraton. Bersama seorang temannya, Rahman dibawa di rumah sakit akibat luka bacokan senjata tajam. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Sejak itu, Mulayani terus meratapi kematian putranya. Bersama ibunya yang juga nenek Rahman, Mulayani mengaku sangat kehilangan putranya itu. Sejak dirinya menjanda, Rahmanlah yang mencari nafkah. Keluarganya sangat kehilangan.

Dikeroyok usai Nonton Hiburan, Pemuda Lekok Tewas, Satunya Masuk IGD

”Saya tidak percaya ini. Setiap hari saya menangisinya,” ujar Mulayani dalam bahasa Madura. Kemudian menangis sesenggukan.

Dia bercerita. Jumat sekitar pukul 17.00 itu, Rahman meminta izin pergi menonton pertunjukan sound system di Kraton. Habis salat Magrib, Rahman berangkat bersama teman-temannya. Mulayani mengaku tidak punya firasat apa-apa saat sang putra berangkat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/