alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Kalah Kasus Perdata Gaharu, Syamsu Alam Pastikan Banding

MAYANGAN, Radar Bromo Perkara perdata soal gaharu antara Syamsu Alam dengan Asrul, dipastikan tak akan inkracht dalam waktu dekat. Setelah Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo mengeluarkan putusan dan memenangkan tergugat Asrul, Syamsu Alam selaku penggugat memastikan akan banding.

Kuasa Hukum Syamsu Alam, S.W. Djando Gadohoka mengatakan, fakta persidangan yang berlangsung selama 18 kali itu, pihak tergugat menerangkan jika tidak ada kerja sama. Dengan demikian, ia sempat yakin kasus ini akan dimenangkan pihaknya.

Tetapi, vonis majelis hakim yang diketuai oleh Eva Rina Sihombing dengan anggota Boy JE Paulus Sembiring dan Roni Daniel Ricardo, berbeda. Kamis (9/6), mereka menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima.

“Hasilnya ini yang membuat kami juga kaget. Sebab, fakta persidangan kami yakin jika akan dimenangkan pihak penggugat. Atas putusan tersebut, klien saya dengan tegas menyatakan banding. Naskah bandingnya hari ini sudah kami layangkan ke Pengadilan Tinggi,” ujar Djando

Novan Agus Priyatno yang sebelumnya menjadi kuasa hukum Asrul, belum berhasil dimintai keterangan. Sedangkan, Wakil Ketua PN Probolinggo Mayasari Oktavia mengatakan, jika salah satu pihak ada yang tidak puas, bisa mengajukan banding. “Sebab, hal itu juga sudah diatur dalam perundang-undangan,” ujarnya.

Diketahui, Syamsu Alam dengan Asrul dari PT Pramana Putra Jaya berseteru terkait kerja sama 2.000 karung serbuk kayu gaharu. Saat itu, serbuk kayu itu berada di Kapal LM Sri Mutiara Alam 3.

Serbuk kayu gaharu yang sebelumnya tertahan di atas kapal di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo, itu sempat dibongkar dan diletakan di gudang milik Asrul. Mengingat, secara dokumen kelengkapan, barang ini menjadi hak dari PT Pramana Putra Jaya.

MAYANGAN, Radar Bromo Perkara perdata soal gaharu antara Syamsu Alam dengan Asrul, dipastikan tak akan inkracht dalam waktu dekat. Setelah Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo mengeluarkan putusan dan memenangkan tergugat Asrul, Syamsu Alam selaku penggugat memastikan akan banding.

Kuasa Hukum Syamsu Alam, S.W. Djando Gadohoka mengatakan, fakta persidangan yang berlangsung selama 18 kali itu, pihak tergugat menerangkan jika tidak ada kerja sama. Dengan demikian, ia sempat yakin kasus ini akan dimenangkan pihaknya.

Tetapi, vonis majelis hakim yang diketuai oleh Eva Rina Sihombing dengan anggota Boy JE Paulus Sembiring dan Roni Daniel Ricardo, berbeda. Kamis (9/6), mereka menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima.

“Hasilnya ini yang membuat kami juga kaget. Sebab, fakta persidangan kami yakin jika akan dimenangkan pihak penggugat. Atas putusan tersebut, klien saya dengan tegas menyatakan banding. Naskah bandingnya hari ini sudah kami layangkan ke Pengadilan Tinggi,” ujar Djando

Novan Agus Priyatno yang sebelumnya menjadi kuasa hukum Asrul, belum berhasil dimintai keterangan. Sedangkan, Wakil Ketua PN Probolinggo Mayasari Oktavia mengatakan, jika salah satu pihak ada yang tidak puas, bisa mengajukan banding. “Sebab, hal itu juga sudah diatur dalam perundang-undangan,” ujarnya.

Diketahui, Syamsu Alam dengan Asrul dari PT Pramana Putra Jaya berseteru terkait kerja sama 2.000 karung serbuk kayu gaharu. Saat itu, serbuk kayu itu berada di Kapal LM Sri Mutiara Alam 3.

Serbuk kayu gaharu yang sebelumnya tertahan di atas kapal di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo, itu sempat dibongkar dan diletakan di gudang milik Asrul. Mengingat, secara dokumen kelengkapan, barang ini menjadi hak dari PT Pramana Putra Jaya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/