alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Pembunuhan Niman Terkait Kasus Mutilasi 2010? Ini Kata Polisi

Setelah Hartono tewas, Serma Niman memotong tubuh korban menjadi sembilan bagian untuk menghilangkan jejak. Lalu membuang tubuh korban secara terpisah.

Mulanya warga menemukan salah satu bagian tubuh Hartono. Selanjutnya, polisi yang melakukan olah TKP mendapati delapan potong bagian tubuh korban lainnya. Dari barang bukti di lokasi, polisi akhirnya menangkap Serma Niman.

Dari data Jawa Pos Radar Bromo, Serma Niman saat itu langsung dipecat dari TNI. Ia juga divonis 15 tahun penjara. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 135 K/MIL/2011.

Belum diketahui sejak kapan ia kembali bebas. Jawa Pos Radar Bromo masih belum dapat konfirmasi dari sejumlah pihak sampai tadi malam.

Nah, latar belakang itu, membuat banyak warga menduga pembunuhan Serma Niman juga bermotif dendam. Namun, polisi belum mau berspekulasi.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi memastikan, pembunuhan Serma Niman sementara ini bermotif begal. Pelaku Ahmadi alias Pendik yang ditangkap, merupakan komplotan begal.

“Dari keterangan pelaku, antara pelaku dengan korban tidak saling kenal. Karena dari informasi, dia (pelaku Pendik) ke lokasi diajak oleh S yang saat ini buron. Sementara terkait profil korban (apakah pelaku mutilasi) nanti kami lakukan pendalaman,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu. (mu/mie)

Setelah Hartono tewas, Serma Niman memotong tubuh korban menjadi sembilan bagian untuk menghilangkan jejak. Lalu membuang tubuh korban secara terpisah.

Mulanya warga menemukan salah satu bagian tubuh Hartono. Selanjutnya, polisi yang melakukan olah TKP mendapati delapan potong bagian tubuh korban lainnya. Dari barang bukti di lokasi, polisi akhirnya menangkap Serma Niman.

Dari data Jawa Pos Radar Bromo, Serma Niman saat itu langsung dipecat dari TNI. Ia juga divonis 15 tahun penjara. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 135 K/MIL/2011.

Belum diketahui sejak kapan ia kembali bebas. Jawa Pos Radar Bromo masih belum dapat konfirmasi dari sejumlah pihak sampai tadi malam.

Nah, latar belakang itu, membuat banyak warga menduga pembunuhan Serma Niman juga bermotif dendam. Namun, polisi belum mau berspekulasi.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi memastikan, pembunuhan Serma Niman sementara ini bermotif begal. Pelaku Ahmadi alias Pendik yang ditangkap, merupakan komplotan begal.

“Dari keterangan pelaku, antara pelaku dengan korban tidak saling kenal. Karena dari informasi, dia (pelaku Pendik) ke lokasi diajak oleh S yang saat ini buron. Sementara terkait profil korban (apakah pelaku mutilasi) nanti kami lakukan pendalaman,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu. (mu/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/