alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Kasus Belum Inkracht, Duo Mantan Camat di Probolinggo Tetap Terima Gaji

KRAKSAAN, Radar Bromo Dua mantan camat yang terseret operasi tangkap tangan (OTT) KPK sudah divonis bersalah oleh majelis hakim pengadilan Tipikor Surabaya. Namun, mereka masih menerima gaji sebagai ASN.

Kepala Inspektorat Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menjelaskan, kedua mantan camat itu memang sudah divonis bersalah. Namun, pihaknya belum menerima putusan inkracht. Baik itu untuk Mantan Camat Krejengan Doddy Kurniawan, juga Mantan Camat Paiton Muhamad Ridwan.

Saat ini, status keduanya diberhentikan sementara sebagai ASN. Sesuai Undang-Undang Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

”Sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN diatur tentang pemberhentian di paragraf 12. Jadi, status keduanya masih diberhentikan sementara. Proses pemberhentian menunggu putusan inkracht,” katanya.

Karena statusnya diberhentikan sementara, maka yang bersangkutan tetap menerima gaji. Hanya saja, gaji yang diterima tidak penuh.

”Soal gaji, mereka tetap menerima gaji. Tapi, yang diterima tidak penuh. Karena ada aturan yang menyebutkan gaji diberikan sebesar 50 persen dan 75 persen. Yang pasti tetap menerima gaji. Tapi, tidak penuh,” ungkapnya.

Kasus Jual-Beli Pj Kades, Dua Mantan Camat di Probolinggo Divonis Ringan

KRAKSAAN, Radar Bromo Dua mantan camat yang terseret operasi tangkap tangan (OTT) KPK sudah divonis bersalah oleh majelis hakim pengadilan Tipikor Surabaya. Namun, mereka masih menerima gaji sebagai ASN.

Kepala Inspektorat Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menjelaskan, kedua mantan camat itu memang sudah divonis bersalah. Namun, pihaknya belum menerima putusan inkracht. Baik itu untuk Mantan Camat Krejengan Doddy Kurniawan, juga Mantan Camat Paiton Muhamad Ridwan.

Saat ini, status keduanya diberhentikan sementara sebagai ASN. Sesuai Undang-Undang Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

”Sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN diatur tentang pemberhentian di paragraf 12. Jadi, status keduanya masih diberhentikan sementara. Proses pemberhentian menunggu putusan inkracht,” katanya.

Karena statusnya diberhentikan sementara, maka yang bersangkutan tetap menerima gaji. Hanya saja, gaji yang diterima tidak penuh.

”Soal gaji, mereka tetap menerima gaji. Tapi, yang diterima tidak penuh. Karena ada aturan yang menyebutkan gaji diberikan sebesar 50 persen dan 75 persen. Yang pasti tetap menerima gaji. Tapi, tidak penuh,” ungkapnya.

Kasus Jual-Beli Pj Kades, Dua Mantan Camat di Probolinggo Divonis Ringan

MOST READ

BERITA TERBARU

/