alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Gagal Tiga Kali Jadi Anggota TNI, Remaja asal Wonomerto Gantung Diri  

WONOMERTO, Radar Bromo– Seorang remaja asal Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, berinisial ARA, 21, nekat menggakhiri hidupnya dengan cara tragis. Senin (14/3), ia ditemukan gantung diri di dapur rumahnya.

Jenazah korban kali pertama ditemukan oleh ayahnya, Spr, sekitar pukul 10.00. Padahal, sekitar pukul 09.00, pria 48 tahun itu masih melihat anaknya latihan fisik untuk persiapan pendaftaran TNI AD.

“Keterangan ayahnya, pukul 09.00, anaknya masih latihan fisik untuk persiapan pendaftaran TNI AD. Sebelumnya, korban sudah daftar tiga kali, tapi belum diterima atau belum berhasil,” ujar Kanit Reskrim Polsek Wonomerto Iptu Agus Zainuddin.

Mendapatkan kabar adanya warga gantung diri, Agus mengaku langsung menuju lokasi kejadian. Sesampai di lokasi, korban sudah diturunkan oleh keluarganya.

“Saat kami ke TKP (tempat kejadian perkara), korban sudah diturunkan oleh pihak keluarga. Mereka menolak untuk dilakukan visum dan pengambilan gambar,” jelas Agus.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun kepolisian, kata Agus, korban gantung diri di dapur rumahnya. Spr yang mengetahui kejadian itu, langsung memanggil istrinya, Ir. Sambil mengangkat korban, ia meminta Irawati memotong tampar yang menjerat leher anaknya.

“Ayahnya melihat anaknya dalam kondisi gantung diri pada tiang blandar dapur dari kayu kelapa menggunakan tampar. Saat petugas datang korban sudah disemayamkan di ruang tamu,” katanya.

Di lokasi kejadian, ditemukan tiga utas tampar biru, hijau, dan putih, yang sudah terpotong di atas kursi plastik. Tali itu yang diduga digunakan korban untuk gantung diri. “Diduga, korban bunuh diri karena kecewa dan selalu gagal dalam mengikuti seleksi menjadi anggota TNI AD,” ujar Agus. (rpd/rud)

 

WONOMERTO, Radar Bromo– Seorang remaja asal Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, berinisial ARA, 21, nekat menggakhiri hidupnya dengan cara tragis. Senin (14/3), ia ditemukan gantung diri di dapur rumahnya.

Jenazah korban kali pertama ditemukan oleh ayahnya, Spr, sekitar pukul 10.00. Padahal, sekitar pukul 09.00, pria 48 tahun itu masih melihat anaknya latihan fisik untuk persiapan pendaftaran TNI AD.

“Keterangan ayahnya, pukul 09.00, anaknya masih latihan fisik untuk persiapan pendaftaran TNI AD. Sebelumnya, korban sudah daftar tiga kali, tapi belum diterima atau belum berhasil,” ujar Kanit Reskrim Polsek Wonomerto Iptu Agus Zainuddin.

Mendapatkan kabar adanya warga gantung diri, Agus mengaku langsung menuju lokasi kejadian. Sesampai di lokasi, korban sudah diturunkan oleh keluarganya.

“Saat kami ke TKP (tempat kejadian perkara), korban sudah diturunkan oleh pihak keluarga. Mereka menolak untuk dilakukan visum dan pengambilan gambar,” jelas Agus.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun kepolisian, kata Agus, korban gantung diri di dapur rumahnya. Spr yang mengetahui kejadian itu, langsung memanggil istrinya, Ir. Sambil mengangkat korban, ia meminta Irawati memotong tampar yang menjerat leher anaknya.

“Ayahnya melihat anaknya dalam kondisi gantung diri pada tiang blandar dapur dari kayu kelapa menggunakan tampar. Saat petugas datang korban sudah disemayamkan di ruang tamu,” katanya.

Di lokasi kejadian, ditemukan tiga utas tampar biru, hijau, dan putih, yang sudah terpotong di atas kursi plastik. Tali itu yang diduga digunakan korban untuk gantung diri. “Diduga, korban bunuh diri karena kecewa dan selalu gagal dalam mengikuti seleksi menjadi anggota TNI AD,” ujar Agus. (rpd/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/