Bekuk 2 Pencuri Sapi asal Pohjentrek-Wonorejo, 2 Masih Buron

BANGIL, Radar Bromo–Dua kawanan maling sapi ditangkap anggota Satreskrim Polres Pasuruan. Keduanya ditangkap setelah sempat buron selama hampir setahun.

Kedua pelaku yang ditangkap itu adalah Nurhadi, 28, warga Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek dan Munip, 48, warga Kendang Dukuh, Kecamatan Wonorejo. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing secara bergiliran.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda menyampaikan, kedua tersangka ditangkap Kamis (30/1). Penangkapan tersebut berawal dari aksi pencurian sapi jenis limosin yang mereka lakukan. Korbannya adalah Soleh, 39, warga Kendang Dukuh, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Aksi pencurian sapi itu berlangsung Jumat, 29 Maret 2019 sekitar pukul 02.05. Mereka tidak bekerja sendirian. Melainkan bersama dua rekannya yang lain, N dan D yang kini masih buron.

“Mereka merencanakan aksi pencurian itu di rumah N. Mereka kemudian melancarkan aksinya dengan menyewa sebuah mobil jenis Avanza,” terang Adrian.

Para pelaku kemudian menuju kandang sapi milik Soleh, yang ada di Kendang Dukuh, Kecamatan Wonorejo. Di sana, mereka berbagi tugas. Nurhadi, N, dan D berperan sebagai eksekutor. Sementara Munip, bertugas menjaga di luar kandang untuk mengawasi situasi sekitar. “Sapi itu kemudian dijual. Hasilnya mereka bagi,” imbuhnya.

Korban mengetahui sapinya hilang pagi harinya. Tak terima, korban kemudian memilih untuk mengadukan persoalannya itu ke polisi. Petugas yang memperoleh laporan kemudian melakukan penelusuran.

Hingga akhirnya, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku. Awalnya, petugas menangkap Nurhadi pada 30 Januari 2020 sekitar pukul 01.00 di rumahnya. Petugas kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya berhasil meringkus Munip, sekitar pukul 16.00 di samping rumahnya.

Dalam pemeriksaan, aksi tersebut ternyata tidak hanya sekali dilakukan tersangka. Mereka juga pernah terlibat aksi pencurian sapi di Nongkojajar. “Mereka juga pernah terlibat kasus penggelapan motor dan truk,” sambungnya.

Kini, karena ulah keduanya itu mereka disangkakan melanggar pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancamannya, 7 tahun penjara. (one/mie)