alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Sebulan Terakhir, 58 Penutup Got di Kraksaan Dicuri, Pelaku Terekam CCTV

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebulan terakhir, 58 manhole atau penutup got/ drainase di jalan protokol Kota Kraksaan, Kabupaten Probolingggo, lenyap. Hilang satu persatu. Salah satunya manhole di depan Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Kraksaan.

Manhole ini diketahui hilang Rabu (6/1) pukul 06.00. Pihak sekolah pun mengecek rekaman closed circuit television (CCTV). Dari sana diketahui manhole itu dicuri seseorang yang menggunakan mobil penumpang umum (MPU).

“Tahunya pagi saat bersih-bersih. Petugas kebersihan kaget kok (manhole) hilang. Setelah dicek ternyata dicuri oleh sopir MPU sekitar pukul 04.00 itu,” kata Nuril Anwar, petugas keamanan siang MINU Kraksaan, Kamis (13/1).

MINU sendiri terletak di Jalan Protokol Kecamatan Kraksaan. Dalam rekaman CCTV sekolah berdurasi 46 detik terlihat, pelaku memakai baju cokelat muda dan bercelana pendek. Dia berdiri di depan sekolah dengan mobil Elf ungu kombinasi kuning yang diparkir di belakangnya.

Sejenak tolah-toleh, pelaku lantas pelan-pelan membuka pintu MPU. Tak lama kemudian, pelaku mengangkat manhole. Dia sempat kesulitan, namun akhirnya berhasil mengangkat manhole itu. Manhole lantas dimasukkan ke mobil. Setelah itu, pelaku tancap gas ke timur.

Setelah pencurian itu, menurut Nuril, sekolah melapor ke sejumlah pihak. Salah satunya ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pertanahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) setempat.

“Kepala sekolah sudah laporan ke PUPR, tapi diarahkan ke Perkim beberapa waktu lalu. Laporan ke pihak kepolisian juga sudah,” katanya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, dicurinya manholeh membuat trotoar yang semua tertutup manhole jadi bolong. Warga dan siswa-siswi yang melintas di tempat itu pun harus berjalan hati-hati agar tidak terperosok ke selokan.

“Biar tidak bahaya, sekolah memasukkan sebuah kursi ke manhole itu. Juga dipasangi daun palem. Setidaknya mencegah siswa terperosok saat melintas. Karena selokan ini dalamnya satu meter lebih,” lanjut Nuril.

Solihah, salah satu wali murid MINU pun mengaku khawatir sejak manhole itu hilang pada 6 Januari. Dia takut ada siswa yang terperosok ke selokan.

“Kami sebagai orang tua tentunya resah. Kadang anak-anak kan tidak bisa diatur. Main di dekat lubang, nanti terperosok. Bisa cedera, bahkan bisa patah. Lubangnya dalam lho,” katanya.

 

Wali murid dan sekolah berharap, Pemkab Probolinggo segera menyikapi kondisi itu. Setidaknya, ada solusi untuk menutup drainase yang  berlubang.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif membenarkan bahwa sejumlah manhole drainase di sepanjang jalan Protokol Kraksaan hilang dicuri. Bahkan, sebulan terakhir mencapai 58 buah.

“Kalau dari data yang saya dapat ada 58 manhole drainase dicuri. Namun, kami belum bisa memastikan lagi. Sebab, masih kami data lagi. Takutnya ada manhole lain yang hilang,” katanya.

Oemar menjelaskan, manhole itu adalah aset Pemkab Probolinggo. Pengadaan manhole itu jadi satu proyek dengan pembangunan drainase pada 2017.

“Yang jelas, itu adalah aset pemkab. Tapi, berapa total manhole yang terpasang pada proyek tahun 2017 itu, saya belum mengecek,” lanjutnya.

Pihaknya pun sudah melaporkan pencurian itu ke Polsek Kraksaan. Lalu untuk mengantisipasi bahaya akibat hilangnya manhole, pihaknya akan memberi rambu atau police line di lokasi manhole yang hilang. Tentu saja, hal ini harus dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Menurut Oemar, untuk mengganti manhole yang hilang dengan yang baru, belum memungkinkan. Sebab, kasus itu sedang dalam penyelidikan petugas saat ini. Jika nanti ditemukan semua, maka manhole bisa dikembalikan ke tempat semula. (mu/hn)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebulan terakhir, 58 manhole atau penutup got/ drainase di jalan protokol Kota Kraksaan, Kabupaten Probolingggo, lenyap. Hilang satu persatu. Salah satunya manhole di depan Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Kraksaan.

Manhole ini diketahui hilang Rabu (6/1) pukul 06.00. Pihak sekolah pun mengecek rekaman closed circuit television (CCTV). Dari sana diketahui manhole itu dicuri seseorang yang menggunakan mobil penumpang umum (MPU).

“Tahunya pagi saat bersih-bersih. Petugas kebersihan kaget kok (manhole) hilang. Setelah dicek ternyata dicuri oleh sopir MPU sekitar pukul 04.00 itu,” kata Nuril Anwar, petugas keamanan siang MINU Kraksaan, Kamis (13/1).

MINU sendiri terletak di Jalan Protokol Kecamatan Kraksaan. Dalam rekaman CCTV sekolah berdurasi 46 detik terlihat, pelaku memakai baju cokelat muda dan bercelana pendek. Dia berdiri di depan sekolah dengan mobil Elf ungu kombinasi kuning yang diparkir di belakangnya.

Sejenak tolah-toleh, pelaku lantas pelan-pelan membuka pintu MPU. Tak lama kemudian, pelaku mengangkat manhole. Dia sempat kesulitan, namun akhirnya berhasil mengangkat manhole itu. Manhole lantas dimasukkan ke mobil. Setelah itu, pelaku tancap gas ke timur.

Setelah pencurian itu, menurut Nuril, sekolah melapor ke sejumlah pihak. Salah satunya ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pertanahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) setempat.

“Kepala sekolah sudah laporan ke PUPR, tapi diarahkan ke Perkim beberapa waktu lalu. Laporan ke pihak kepolisian juga sudah,” katanya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, dicurinya manholeh membuat trotoar yang semua tertutup manhole jadi bolong. Warga dan siswa-siswi yang melintas di tempat itu pun harus berjalan hati-hati agar tidak terperosok ke selokan.

“Biar tidak bahaya, sekolah memasukkan sebuah kursi ke manhole itu. Juga dipasangi daun palem. Setidaknya mencegah siswa terperosok saat melintas. Karena selokan ini dalamnya satu meter lebih,” lanjut Nuril.

Solihah, salah satu wali murid MINU pun mengaku khawatir sejak manhole itu hilang pada 6 Januari. Dia takut ada siswa yang terperosok ke selokan.

“Kami sebagai orang tua tentunya resah. Kadang anak-anak kan tidak bisa diatur. Main di dekat lubang, nanti terperosok. Bisa cedera, bahkan bisa patah. Lubangnya dalam lho,” katanya.

 

Wali murid dan sekolah berharap, Pemkab Probolinggo segera menyikapi kondisi itu. Setidaknya, ada solusi untuk menutup drainase yang  berlubang.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif membenarkan bahwa sejumlah manhole drainase di sepanjang jalan Protokol Kraksaan hilang dicuri. Bahkan, sebulan terakhir mencapai 58 buah.

“Kalau dari data yang saya dapat ada 58 manhole drainase dicuri. Namun, kami belum bisa memastikan lagi. Sebab, masih kami data lagi. Takutnya ada manhole lain yang hilang,” katanya.

Oemar menjelaskan, manhole itu adalah aset Pemkab Probolinggo. Pengadaan manhole itu jadi satu proyek dengan pembangunan drainase pada 2017.

“Yang jelas, itu adalah aset pemkab. Tapi, berapa total manhole yang terpasang pada proyek tahun 2017 itu, saya belum mengecek,” lanjutnya.

Pihaknya pun sudah melaporkan pencurian itu ke Polsek Kraksaan. Lalu untuk mengantisipasi bahaya akibat hilangnya manhole, pihaknya akan memberi rambu atau police line di lokasi manhole yang hilang. Tentu saja, hal ini harus dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Menurut Oemar, untuk mengganti manhole yang hilang dengan yang baru, belum memungkinkan. Sebab, kasus itu sedang dalam penyelidikan petugas saat ini. Jika nanti ditemukan semua, maka manhole bisa dikembalikan ke tempat semula. (mu/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU