Kades Jabung Candi Ajukan Dua Saksi Meringankan saat Sidang, Siapa Mereka?

SURABAYA, Radar Bromo – Sidang kasus dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kepala Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Ahmad Haris, kembali digelar. Senin (13/1), majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya mengagendakan pemeriksaan terhadap para saksi dari pihak terdakwa.

Ada dua saksi yang dimintai keterangan majelis hakim. Mereka adalah Alim dan Sumarto. Sebelum bersaksi, dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Rahmad tersebut, kedua saksi lebih dahulu disumpah. Setelah itu, saksi diperiksa satu persatu di hadapan majelis hakim.

Kuasa hukum terdakwa, Mustadji mengatakan, pihaknya mendatangkan dua orang saksi. Mereka merupakan warga yang mengetahui jika terdakwa menerima uang dari Kusnadi sebagai upah terjualnya tanah kepada Duralim.

“Mereka mendengar bahwa uang yang diberikan kepada Kades itu uang milik Kusnadi sebagai fee penjualan tanah yang dibeli oleh Duralim. Untuk besarannya bukan Rp 120 juta seperti yang diterangkan Duralim, tapi hanya Rp 50 juta,” ujarnya.

Menurutnya, dalam persidangan saksi mengaku mendengar pada waktu pelapor datang ke rumah terdakwa. Pelapor mengatakan, mau menyerahkan uang fee untuk terdakwa. Karenanya, uang itu dinilai bukan biaya pengurusan jual-beli tanah.

“Uang yang diserahkan kepada Kades (terdakwa) tersebut bukan uangnya Durhalim atau pelapor. Melainkan uang fee jual-beli tanah dari almarhum Kusnadi,” jelasnya

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Novan Basuki mengatakan, hanya dua saksi yang dihadirkan dalam sidang kemarin. Setelah pemeriksaan saksi selesai, pekan depan akan dilanjutkan dengan agenda tuntutan. “Ini pemeriksaan saksi terakhir. Minggu depan dilanjut dengan agenda tuntutan,” ujarnya. (sid/rud/fun)