alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Lidik Rampok Gaden di Jati, Polisi Dalami CCTV

MAYANGAN, Radar Bromo – Perampokan yang terjadi di Gaden Maju Bersama Rabu (9/10) lalu masih didalami polisi. Hingga Sabtu (12/10), polisi belum berhasil mengungkap perampokan di Jalan Hayam Wuruk RT 7/RW 1, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota (Polresta) AKP Nanang Fendy Dwi Susanto menerangkan, perampokan itu masih diselidiki. Menurutnya, polisi saat ini masih melakukan pendalaman pada sejumlah barang bukti yang ditemukan.

Salah satunya, rekaman closed circuit television (CCTV) yang ada di rumah korban. “Masih dikembangkan. Kami cocokkan dengan pelaku yang modusnya sama (dengan perampokan di Gaden),” terang Nanang pada Jawa Pos Radar Bromo.

Sayangnya polisi belum mau memperlihatkan rekaman CCTV itu dan apa saja yang terekam di CCTV. Yang jelas, dari rekaman CCTV itu diketahui, ada dua pelaku yang beraksi. Satu di antaranya, memegang senjata soft gun.

Tak hanya mendalami barang bukti, polisi juga telah memeriksa satu saksi lagi guna mempertajam proses penyelidikan. Yakni, penjaga atau waker setempat. Dengan begitu, total sudah ada 4 orang yang diperiksa sebagai saksi dalam perampokan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Gaden Maju Bersama dirampok. Aksi perampokan terjadi pada Rabu (9/10) sore. Akibatnya Sonang Napitulu, 58 pemilik Gaden mengalami kerugian Rp 5,5 juta.

Dari keterangan Sonang Napitulu, kejadian itu berlangsung pada pukul 18.15. Ada dua orang yang masuk ke Gaden. Salah satu pelaku sempat menembakkan soft gun beberapa kali untuk menakuti Sonang Napitulu.

Dari rekaman CCTV, 2 pelaku itu naik motor bercirikan kurus dengan tinggi sekitar 167 cm. “Yang satu pakai penutup muka. Jadi dari hidung ke bawah ditutup dan yang satu pakai helm. Yang bawa soft gun yakni yang menggunakan penutup muka,” tambahnya. (rpd/mie)

MAYANGAN, Radar Bromo – Perampokan yang terjadi di Gaden Maju Bersama Rabu (9/10) lalu masih didalami polisi. Hingga Sabtu (12/10), polisi belum berhasil mengungkap perampokan di Jalan Hayam Wuruk RT 7/RW 1, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota (Polresta) AKP Nanang Fendy Dwi Susanto menerangkan, perampokan itu masih diselidiki. Menurutnya, polisi saat ini masih melakukan pendalaman pada sejumlah barang bukti yang ditemukan.

Salah satunya, rekaman closed circuit television (CCTV) yang ada di rumah korban. “Masih dikembangkan. Kami cocokkan dengan pelaku yang modusnya sama (dengan perampokan di Gaden),” terang Nanang pada Jawa Pos Radar Bromo.

Sayangnya polisi belum mau memperlihatkan rekaman CCTV itu dan apa saja yang terekam di CCTV. Yang jelas, dari rekaman CCTV itu diketahui, ada dua pelaku yang beraksi. Satu di antaranya, memegang senjata soft gun.

Tak hanya mendalami barang bukti, polisi juga telah memeriksa satu saksi lagi guna mempertajam proses penyelidikan. Yakni, penjaga atau waker setempat. Dengan begitu, total sudah ada 4 orang yang diperiksa sebagai saksi dalam perampokan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Gaden Maju Bersama dirampok. Aksi perampokan terjadi pada Rabu (9/10) sore. Akibatnya Sonang Napitulu, 58 pemilik Gaden mengalami kerugian Rp 5,5 juta.

Dari keterangan Sonang Napitulu, kejadian itu berlangsung pada pukul 18.15. Ada dua orang yang masuk ke Gaden. Salah satu pelaku sempat menembakkan soft gun beberapa kali untuk menakuti Sonang Napitulu.

Dari rekaman CCTV, 2 pelaku itu naik motor bercirikan kurus dengan tinggi sekitar 167 cm. “Yang satu pakai penutup muka. Jadi dari hidung ke bawah ditutup dan yang satu pakai helm. Yang bawa soft gun yakni yang menggunakan penutup muka,” tambahnya. (rpd/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/