alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Bentrok Oknum Suporter di Gempol, 6 Motor yang Hilang Belum Ditemukan

GEMPOL, Radar Bromo – Polisi masih mendalami insiden bentrok oknum suporter di Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Selain mengamankan 4 tersangka, polisi saat ini masih mencari 6 motor yang hilang saat bentrok terjadi.

“Enam motor yang hilang tetap kami cari. Namun, sampai sekarang belum ditemukan. Juga belum pula ada yang menyerahkannya,” ungkap Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo.

Kasatreskrim menyebut, saat bentrok berlangsung, enam motor tersebut ditinggal pengendaranya kabur ke arah utara menuju SPBU. Kemudian, mereka masuk ke perkampungan di sekitaran TKP untuk menyelamatkan diri dari penghadangan dan pengeroyokan oknum kelompok suporter.

Setelah bentrok, mereka kembali ke TKP untuk mengambil masing-masing motor yang ditinggal. Ternyata, semua motor sudah tidak ada di tempat atau hilang.

Pulang Ikuti HUT Arema, Bentrok di Gempol, 1 Luka Parah

“Enam motor yang hilang kami duga dibawa kabur oknum kelompok suporter yang menyerang sekaligus menghadang di TKP. Keberadaannya tetap terus kami cari. Semoga cepat diketemukan,” katanya.

Menurutnya, pihak yang membawa enam motor itu kabur terancam dijadikan tersangka juga. Karena itu, dia berharap motor itu dikembalikan.

“Tidak menutup kemungkinan ada tambahan tersangka dalam kasus ini. Salah satunya pembawa kabur motor,” tegasnya.

Diketahui, sekelompok warga diserang kelompok lain di Desa Kepulungan, Gempol, Kabupaten Pasuruan, Rabu (11/8) dini hari. Bentrok antarkelompok pun tak terelakkan. Satu orang luka parah dalam kejadian ini. Korban adalah Dodi Susilo, 23, warga Kabupaten Madiun.

Belum diketahui apa penyebab bentrok itu terjadi. Namun, diduga dua kelompok ini adalah suporter dua kesebelasan. Kelompok yang dihadang diduga suporter Arema. Mereka baru saja menghadiri malam perayaan HUT ke-34 Arema di Kota Malang pada Selasa (10/8) malam. Sementara kelompok yang menghadang diduga Bonek. (zal/hn)

GEMPOL, Radar Bromo – Polisi masih mendalami insiden bentrok oknum suporter di Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Selain mengamankan 4 tersangka, polisi saat ini masih mencari 6 motor yang hilang saat bentrok terjadi.

“Enam motor yang hilang tetap kami cari. Namun, sampai sekarang belum ditemukan. Juga belum pula ada yang menyerahkannya,” ungkap Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo.

Kasatreskrim menyebut, saat bentrok berlangsung, enam motor tersebut ditinggal pengendaranya kabur ke arah utara menuju SPBU. Kemudian, mereka masuk ke perkampungan di sekitaran TKP untuk menyelamatkan diri dari penghadangan dan pengeroyokan oknum kelompok suporter.

Setelah bentrok, mereka kembali ke TKP untuk mengambil masing-masing motor yang ditinggal. Ternyata, semua motor sudah tidak ada di tempat atau hilang.

Pulang Ikuti HUT Arema, Bentrok di Gempol, 1 Luka Parah

“Enam motor yang hilang kami duga dibawa kabur oknum kelompok suporter yang menyerang sekaligus menghadang di TKP. Keberadaannya tetap terus kami cari. Semoga cepat diketemukan,” katanya.

Menurutnya, pihak yang membawa enam motor itu kabur terancam dijadikan tersangka juga. Karena itu, dia berharap motor itu dikembalikan.

“Tidak menutup kemungkinan ada tambahan tersangka dalam kasus ini. Salah satunya pembawa kabur motor,” tegasnya.

Diketahui, sekelompok warga diserang kelompok lain di Desa Kepulungan, Gempol, Kabupaten Pasuruan, Rabu (11/8) dini hari. Bentrok antarkelompok pun tak terelakkan. Satu orang luka parah dalam kejadian ini. Korban adalah Dodi Susilo, 23, warga Kabupaten Madiun.

Belum diketahui apa penyebab bentrok itu terjadi. Namun, diduga dua kelompok ini adalah suporter dua kesebelasan. Kelompok yang dihadang diduga suporter Arema. Mereka baru saja menghadiri malam perayaan HUT ke-34 Arema di Kota Malang pada Selasa (10/8) malam. Sementara kelompok yang menghadang diduga Bonek. (zal/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/