alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Sidik Jari Pelaku Pencurian di Pantai Permata Tidak Terbaca

KADEMANGAN, Radar Bromo- Upaya kepolisian mengungkap aksi pencurian di Pantai Permata Pilang, Kota Probolinggo, tidak mudah. Terlebih setelah sidik jari yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), tidak terbaca sempurna.

Kapolsek Kademangan Kompol Eko Hari Suprapto mengatakan, hasil indentifikasi sidik jari di gudang yang dimasuki pelaku sudah keluar. Namun, hasilnya tidak terbaca. Sidik jari yang ditemukan tidak ada yang sempurna.

Karena itulah, upaya mencari jejak pelaku lewat sidik jari tidak bisa dilakukan. Tetapi, Eko mengaku, akan tetap melakukan penyelidikan sampai ada titik terang. Sejauh ini pihaknya masih mendalami keterangan para saksi.

“Hasil sidik jari tidak terbaca. Tapi tetap kami laksanakan lidik (penyelidikan) sampai ada titik terang. Cuma memang belum sampai mengarah pada sosok pelaku,” katanya.

Perwira dengan satu melati di pundaknya ini menjelaskan, dari hasil pemeriksaan saksi sementara, informasi yang didapatkan adalah barang yang hilang dari gudang berupa generator set, pompa air, dan beberapa sound system. Pelaku masuk ke gudang dengan merusak gembok gudang menggunakan linggis.

Saksi ini patroli hanya sampai pukul 21.00. Setelah itu pulang. Ia baru tahu gudang dibobol sekitar pukul 07.00. Pelaku memanfaatkan sepinya lokasi. Apalagi barangnya mudah dijual.

“Saksi yang diperiksa belum ada penambahan. Baru dua orang. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Pilang Mahmud dan penjaga tempat wisata yang mengetahui peristiwa ini pertama kali, Slamet Basuki,” terang Kapolsek.

Diketahui, Kamis (16/6), gudang di tempat wisata Pantai Permata, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, dibobol maling. Sejumlah barang inventaris milik Pokdarwis, raib. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp 10 juta. (riz/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo- Upaya kepolisian mengungkap aksi pencurian di Pantai Permata Pilang, Kota Probolinggo, tidak mudah. Terlebih setelah sidik jari yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), tidak terbaca sempurna.

Kapolsek Kademangan Kompol Eko Hari Suprapto mengatakan, hasil indentifikasi sidik jari di gudang yang dimasuki pelaku sudah keluar. Namun, hasilnya tidak terbaca. Sidik jari yang ditemukan tidak ada yang sempurna.

Karena itulah, upaya mencari jejak pelaku lewat sidik jari tidak bisa dilakukan. Tetapi, Eko mengaku, akan tetap melakukan penyelidikan sampai ada titik terang. Sejauh ini pihaknya masih mendalami keterangan para saksi.

“Hasil sidik jari tidak terbaca. Tapi tetap kami laksanakan lidik (penyelidikan) sampai ada titik terang. Cuma memang belum sampai mengarah pada sosok pelaku,” katanya.

Perwira dengan satu melati di pundaknya ini menjelaskan, dari hasil pemeriksaan saksi sementara, informasi yang didapatkan adalah barang yang hilang dari gudang berupa generator set, pompa air, dan beberapa sound system. Pelaku masuk ke gudang dengan merusak gembok gudang menggunakan linggis.

Saksi ini patroli hanya sampai pukul 21.00. Setelah itu pulang. Ia baru tahu gudang dibobol sekitar pukul 07.00. Pelaku memanfaatkan sepinya lokasi. Apalagi barangnya mudah dijual.

“Saksi yang diperiksa belum ada penambahan. Baru dua orang. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Pilang Mahmud dan penjaga tempat wisata yang mengetahui peristiwa ini pertama kali, Slamet Basuki,” terang Kapolsek.

Diketahui, Kamis (16/6), gudang di tempat wisata Pantai Permata, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, dibobol maling. Sejumlah barang inventaris milik Pokdarwis, raib. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp 10 juta. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/