alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Diacungi Celurit saat Tanyakan Motor, Debt Collector Lapor Polisi

PAJARAKAN, Radar Bromo – Sahlal Hariyadi, 43, terpaksa melaporkan nasabah sebuah finance kendaraan bermotor, Minggu (12/7) ke Polres Probolinggo. Dia adalah TN, 40. Sebabnya, TN telah menganiaya dan mengancamnya.

Dugaan penganiayaan itu terjadi Jumat (3/7) sore. Saat itu, korban Sahlal bertemu dengan TN di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sidomukti, Kraksaan. Tepatnya di depan SMAN 1 Kraksaan.

Warga Desa Kalibuntu, Kraksaan, yang berprofesi sebagai debt collector itu lantas menanyakan Honda Beat milik TN pada TN. Korban bertanya karena mendapat informasi bahwa TN telah mengganti nopol Honda Beat miliknya dengan nopol palsu.

Honda Beat hitam milik TN itu bernopol L 2191 NB. Namun, kemudian diganti dengan nopol palsu N 2968 NBA.

Ditanya seperti itu, TN yang warga Kelurahan Sidopekso, Kraksaan, langsung naik pitam. Cekcok mulut pun langsung terjadi antara keduanya.

“Saya tanyakan kenapa nopolnya diganti? Karena kalau diganti berarti sepeda motornya bermasalah. Lalu, terjadi cekcok dan dia mengeluarkan celurit. Bahkan, hidung saya dipukul oleh temannya sampai berdarah,” katanya.

Korban pun menantang TN untuk mendatangi Polsek Kraksaan. Tujuannya, untuk menyelesaikan masalah itu di Polsek Kraksaan. Sehingga, tidak terjadi kericuhan di pinggir jalan.

“Saat saya tantang untuk ke Polsek Kraksaan, dia menolak. Tapi, sepeda motor dan celuritnya sudah dibawa ke Polsek Kraksaan karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Kepala Unit SPKT Polres Probolinggo Aiptu Djoko Widijanto membenarkan adanya laporan kasus penganiyaan itu. Pihaknya sudah menerbitkan surat tanda penerimaan laporan Nomor: TBL – B/124/VII/RES.1.6/2020/RESKRIM/ SPKT Polres Probolinggo.

“Sudah kami terima laporannya. Untuk sementara ini akan segera melaporkan ke atasan untuk ditindaklanjuti,” katanya. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU