alexametrics
30 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Otak Penculikan-Penganiayaan Warga Prigen Menyerah, Motif Utang-Piutang

BANGIL, Radar Bromo – Lari dari kejaran polisi, ternyata membuat hati Sugianto, 32, warga Ambal-ambil, Kecamatan Kejayan, tak tenang. Ia akhirnya memilih untuk menyerahkan diri ke polisi, setelah sempat buron beberapa pekan.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, tersangka memilih menyerahkan diri setelah tiga rekannya berhasil ditangkap polisi. Mereka adalah Muhaimin, 37, warga Tanggulangin, Kecamatan Kejayan; Ahmad Yani, 33, warga Desa Ambal-ambil, Kecamatan Kejayan; dan Mat Sujai, 58, warga Oro-oro Puleh, Kecamatan Kejayan.

Ketiganya ditangkap Rabu, 27 Mei 2020. “Sebenarnya masih ada satu orang yang masih buron. Kami imbau agar segera menyerahkan diri, sebelum kami yang kemudian menangkapnya,” jelas perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu saat didampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda.

Rofiq menambahkan, penculikan dan pemukulan yang mereka lakukan bermula dari soal utang piutang. Korbannya, menimpa Amir Riyanto, 34, warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Korban dan Sugianto, memiliki ikatan utang-piutang sebesar Rp 35 juta yang berkaitan dengan jual-beli mobil. Amir yang tak kunjung membayar utangnya itu, membuat Sugianto gerah. Ia kemudian melakukan penagihan dengan mengajak empat temannya pada 22 Mei 2020.

Dengan mengendarai mobil, para pelaku mendatangi rumah korban. Saat melihat para pelaku, Amir yang ketakutan memilih lari. Namun, upaya itu tak berhasil,karena keburu tepergok para pelaku. Mereka kemudian memukul korban dan mengikat korban.

Para pelaku kemudian membawa korban ke Wonorejo. Di sana, Amir kemudian dibuang di daerah Wonosari, Kecamatan Wonorejo. Korban kemudian ditemukan warga pagi harinya, 23 Mei.

Selanjutnya, warga membawa korban ke puskesmas terdekat melaporkan kejadian itu Polsek Wonorejo. Petugas kemudian melakukan penelusuran.

Hingga akhirnya, tiga pelaku berhasil ditangkap. Ketiga ditangkap 27 Mei. Tertangkapnya ketiga pelaku, ternyata membuat otak dari kasus itu, Sugianto menyerah. Ia kemudian memilih untuk menyerahkan diri ke polisi, 8 Juni 2020.

“Tidak seharusnya mereka melakukan kekerasan untuk menagih utang. Kan bisa dengan cara lain yang tidak melanggar hukum,” jelas Rofiq.

Saat diwawancara wartawan, Sugi mengaku, kalau tidak tenang. Selama pelarian, ia kebingungan. “Saya memilih menyerahkan diri karena tidak tenang,” beber Sugi.

Kini, para pelaku terancam mendekam lama di balik jeruji penjara. Mereka disangkakan melanggar pasal 328 KUHP subsider 170 KUHP tentang penculikan yang disertai dengan kekerasan. Ancamannya, bisa sampai 12 tahun penjara. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Lari dari kejaran polisi, ternyata membuat hati Sugianto, 32, warga Ambal-ambil, Kecamatan Kejayan, tak tenang. Ia akhirnya memilih untuk menyerahkan diri ke polisi, setelah sempat buron beberapa pekan.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, tersangka memilih menyerahkan diri setelah tiga rekannya berhasil ditangkap polisi. Mereka adalah Muhaimin, 37, warga Tanggulangin, Kecamatan Kejayan; Ahmad Yani, 33, warga Desa Ambal-ambil, Kecamatan Kejayan; dan Mat Sujai, 58, warga Oro-oro Puleh, Kecamatan Kejayan.

Ketiganya ditangkap Rabu, 27 Mei 2020. “Sebenarnya masih ada satu orang yang masih buron. Kami imbau agar segera menyerahkan diri, sebelum kami yang kemudian menangkapnya,” jelas perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu saat didampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda.

Rofiq menambahkan, penculikan dan pemukulan yang mereka lakukan bermula dari soal utang piutang. Korbannya, menimpa Amir Riyanto, 34, warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Korban dan Sugianto, memiliki ikatan utang-piutang sebesar Rp 35 juta yang berkaitan dengan jual-beli mobil. Amir yang tak kunjung membayar utangnya itu, membuat Sugianto gerah. Ia kemudian melakukan penagihan dengan mengajak empat temannya pada 22 Mei 2020.

Dengan mengendarai mobil, para pelaku mendatangi rumah korban. Saat melihat para pelaku, Amir yang ketakutan memilih lari. Namun, upaya itu tak berhasil,karena keburu tepergok para pelaku. Mereka kemudian memukul korban dan mengikat korban.

Para pelaku kemudian membawa korban ke Wonorejo. Di sana, Amir kemudian dibuang di daerah Wonosari, Kecamatan Wonorejo. Korban kemudian ditemukan warga pagi harinya, 23 Mei.

Selanjutnya, warga membawa korban ke puskesmas terdekat melaporkan kejadian itu Polsek Wonorejo. Petugas kemudian melakukan penelusuran.

Hingga akhirnya, tiga pelaku berhasil ditangkap. Ketiga ditangkap 27 Mei. Tertangkapnya ketiga pelaku, ternyata membuat otak dari kasus itu, Sugianto menyerah. Ia kemudian memilih untuk menyerahkan diri ke polisi, 8 Juni 2020.

“Tidak seharusnya mereka melakukan kekerasan untuk menagih utang. Kan bisa dengan cara lain yang tidak melanggar hukum,” jelas Rofiq.

Saat diwawancara wartawan, Sugi mengaku, kalau tidak tenang. Selama pelarian, ia kebingungan. “Saya memilih menyerahkan diri karena tidak tenang,” beber Sugi.

Kini, para pelaku terancam mendekam lama di balik jeruji penjara. Mereka disangkakan melanggar pasal 328 KUHP subsider 170 KUHP tentang penculikan yang disertai dengan kekerasan. Ancamannya, bisa sampai 12 tahun penjara. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/