Curi Handphone, Malah Jual Barang Curian ke Pemiliknya, Akhirnya Dibekuk Polisi

KOTAANYAR, Radar Bromo – Lebaran tahun ini bisa jadi dilewati Mohamad Junaidi, 25, di balik jeruji penjara. Pemuda asal Desa Taman, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran kedapatan mencuri handphone.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Junaedi dibekuk Minggu (10/5) sekitar pukul 21.00. Pemuda tersebut diamankan unit Reskrim Polsek Kotaanyar setelah dia mencuri handphone di sebuah toko di dalam pasar Kotaanyar. Korbannya yaitu Zainudin, 35, warga Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.

Aiptu Riyono, kanit Reskrim Polsek Kotaanyar mengatakan, pencurian yang dilakukan pelaku terjadi pada Jumat (24/4) sekitar pukul 11.00. Pelaku mengambil handphone korban dengan cara masuk melalui pintu depan toko. Saat itu pelaku sedang mencari beberapa barang di dalam toko.

Saat itu korban menaruh handphone di dalam tas. Setelah korban ke depan untuk melayani pembeli, pelaku mengambil handphone yang berada di dalam tas. Selanjutnya, pelaku membawa handphone buatan Korea Selatan tersebut dan pulang menuju rumahnya.

“Modusnya belanja. Ketika korbannya lengah, HP pelaku langsung diambil dan pergi begitu saja,” katanya.

Setelah kejadian, korban langsung melapor kepada pihak kepolisian setempat. Hingga kemudian polisi membekuk Junaidi.

Handphone itu rencananya mau dijual oleh pelaku. Kemudian, korban yang mengetahui langsung berpura-pura membeli handphone tersebut.

“Petugas kepolisian menyuruh saksi untuk membeli dan saat korban mengeluarkan handphone tersebut, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku. Barang bukti 1 buah handphone turut disita. Setelah ditunjukan kepada korban, ternyata memang benar bahwa handphone tersebut adalah miliknya yang diambil pelaku,” katanya.

Perkara ini dilanjut ke meja hijau. Itu, tak lain karena korban menuntut atas perbuatan yang dilakukan tersangka. Selanjutnya, petugas melakukan Penyidikan kepada yang bersangkutan.”Saat ini pelaku kami tahan di mapolsek untuk kepentingan penyelidikan,” ungkapnya. (sid/fun)