Remaja yang Dibacok di Stadion Hanya Kehilangan Helm

MAYANGAN – Aksi penyerangan terhadap remaja yang tengah memadu kasih di areal stadion Bayuangga, Selasa dinihari (11/9) sejauh ini masih jadi misteri. Korban mengaku tak kenal siapa penyerangnya. Sementara motif begal atau perampasan motor juga tak kuat.

Sebab, kawanan pelaku tak mengambil motor korban. Korban Fajar Cahyono, 18 asal Desa Wonogoro, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo mengaku, ia sempat melihat temannya, Ilyas juga dikeroyok oleh segerombolan pemuda tak dikenal itu.

Usai menghajar korban, enam pemuda itu kabur. Saat ditanya, apakah punya masalah dengan pengeroyok, Fajar menggeleng. Bahkan, ia mengaku tak kenal dengan semua pelaku. “Sepertinya mereka mabuk,” beber remaja yang bekerja di sebuah rumah makan di Leces, Kabupaten Probolinggo tersebut.

Korban mengaku, motornya juga tidak dirusak atau dicuri. Hanya helm saja yang dibawa pelaku. Bagaimana dengan nasib dua perempuan kekasih Fajar dan Ilyas? Fajar tak menjelaskan.

Mengenai kondisi Ilyas, Fajar juga tidak paham. Ia tahunya Ilyas juga bonyok. Namun, tak sampai dibawa ke rumah sakit.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendi Dwi Susanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Hingga Selasa malam, polisi belum meminta keterangan pada dua korban. “Masih dirawat di ruang ICU. Makanya, korban masih belum bisa dimintai keterangan,” katanya.

Pihaknya juga masih mencari saksi di lokasi kejadian yang mengetahui peristiwa tersebut. Terutama dua perempuan yang diakui sebagai kekasih korban. “Motifnya belum kami ketahui. Yang pasti bukan begal karena motornya tidak diambil,” katanya.  Sementara itu, lokasi kejadian, menurut AKP Nanang, memang rawan terjadi tindak kriminal. Selain sepi, kerap kali di lokasi tersebut menjadi ajang nongkrong muda-mudi. Karena itu, ia akan melakukan patroli intensif di titik-titik rawan. Salah satunya di sekitaran Stadion Bayuangga.

“Kami akan lakukan patroli terbuka atau tertutup,” terangnya. Setiap anggota yang bertugas, sudah dilengkapi dengan senjata. Hal itu untuk mengantisipasi adanya perlawanan dari pelaku kejahatan. Ia juga meminta peran serta masyarakat. Yakni, dengan melaporkan pada polisi jika ditemukan aktivitas yang mencurigakan. (rpd/mie)