alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Bawa Senjata Tajam, Arek Pohsangit Leres Ngaku Lima Kali Curi Sapi

MAYANGAN, Radar BromoWarga Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Soni Setiawan, harus berurusan dengan polisi. Pemuda 19 tahun itu diamankan karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Ia pun diduga sebagai pelaku pencurian hewan (curwan).

Soni diketahui membawa sajam dan disimpan di jok motornya. Dari hasil pengembangan, rupanya ia hendak melakukan aksi pencurian sapi bersama kelompoknya. Hal itu diungkapkan Kapoles Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani, Rabu (11/5) pagi.

Wadi mengatakan, awalnya petugas yang tengah berpatroli secara tertutup mencurigai adanya gerak gerik Soni. Sehingga dilakukan pemeriksaan. Saat itulah dia kedapatan membawa sajam.

“Tak hanya itu, ada sejumlah barang yang didapatkaan. Termasuk tampar sapi, besi berbentuk seperti linggis kecil, tang, tutup kepala, sarung, dan kaus kaki,” ujarnya.

Bahkan, dari hasil pemeriksaan, kata Wadi, Soni hendak melakukan aksi pencurian sapi bersama klompotannya. Karena itu, anggota langsung mengamankannya. Serta, mencegah atau menggagalkan rencana aksi curwan yang hendak dilakukannya.

“Hasil dari keterangan sementara, pelaku ini merupakan spesialis curwan sapi. Sehingga selain saat ini pelaku terancam Undang-Undang Darurat lantaran membawa sajam, Satreskrim juga tengah mendalami aksi curwan. Termasuk komplotan tersangka,” jelasnya.

Kepada penyidik, tersangka mengaku sebelumnya telah lima kali melakukan curwan di Kota dan Kabupaten Probolinggo. “Tampar yang ditemukan di jok itu, tali sapi hasil sebelumnya. Sapi hasil curiannya sudah dijual ke penadah. Pengakuan tersangka sudah lima kali. Saat ini masih kami kembangkan. Baik penadahnya dan komplotannya,” ujarnya.

MAYANGAN, Radar BromoWarga Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Soni Setiawan, harus berurusan dengan polisi. Pemuda 19 tahun itu diamankan karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Ia pun diduga sebagai pelaku pencurian hewan (curwan).

Soni diketahui membawa sajam dan disimpan di jok motornya. Dari hasil pengembangan, rupanya ia hendak melakukan aksi pencurian sapi bersama kelompoknya. Hal itu diungkapkan Kapoles Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani, Rabu (11/5) pagi.

Wadi mengatakan, awalnya petugas yang tengah berpatroli secara tertutup mencurigai adanya gerak gerik Soni. Sehingga dilakukan pemeriksaan. Saat itulah dia kedapatan membawa sajam.

“Tak hanya itu, ada sejumlah barang yang didapatkaan. Termasuk tampar sapi, besi berbentuk seperti linggis kecil, tang, tutup kepala, sarung, dan kaus kaki,” ujarnya.

Bahkan, dari hasil pemeriksaan, kata Wadi, Soni hendak melakukan aksi pencurian sapi bersama klompotannya. Karena itu, anggota langsung mengamankannya. Serta, mencegah atau menggagalkan rencana aksi curwan yang hendak dilakukannya.

“Hasil dari keterangan sementara, pelaku ini merupakan spesialis curwan sapi. Sehingga selain saat ini pelaku terancam Undang-Undang Darurat lantaran membawa sajam, Satreskrim juga tengah mendalami aksi curwan. Termasuk komplotan tersangka,” jelasnya.

Kepada penyidik, tersangka mengaku sebelumnya telah lima kali melakukan curwan di Kota dan Kabupaten Probolinggo. “Tampar yang ditemukan di jok itu, tali sapi hasil sebelumnya. Sapi hasil curiannya sudah dijual ke penadah. Pengakuan tersangka sudah lima kali. Saat ini masih kami kembangkan. Baik penadahnya dan komplotannya,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/