alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Tanggal Kedaluwarsa Ribuan Susu Kental Manis di Pasuruan Dipalsu

BANGIL, Radar Bromo – Hati-hati saat membeli produk krimer kental manis di pasaran. Petugas Polres Pasuruan berhasil mengungkap pemalsuan tanggal kedaluwarsa susu kental manis di Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk cermat memilih makanan dan minuman. Ini untuk menghindari produk makanan dan minuman dengan masa kedaluwarsa palsu,” kata Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Rofiq menyampaikan, kasus krimer kental manis dengan kedaluwarsa palsu itu terbongkar sekitar Februari 2021. Saat itu ada produsen roti rumahan di Pandaan yang mengadu ke polres tentang krimer kental manis yang dibelinya.

Krimer yang menjadi salah satu bahan baku untuk pembuatan roti itu tidak cair, tapi menggumpal. Padahal, masa kedaluwarsanya belum berakhir. Hingga Maret 2021. “Karena krimer menggumpal, produk roti yang dibuat jadi menggumpal dan kurang bagus hasilnya,” ungkap Rofiq.

Berdasarkan laporan itu, petugas pun melakukan penelusuran rumah korban. Petugas kemudian menemukan 39 boks berisi 1.872 kaleng krimer kental manis merek Nestle Carnation yang sudah kedaluwarsa. Namun, masa kedaluwarsanya diubah.

Ribuan kaleng krimer itu diamankan dari gudang milik Gunawan, warga Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan, yang menjadi korban peredaran krimer kental manis kedaluwarsa tersebut.

“Kami juga menemukan produk serupa di gudang milik distributor penjualan PT Nestle yang ada di Kraton. Ada 35 boks dengan jumlah mencapai lebih dari 1.500 kaleng,” imbuh perwira dengan dua melati di pundaknya tersebut.

Polres pun menelusuri dalang dari peredaran produk krimer kental manis yang kedaluwarsanya dipalsu itu. Menurut Kapolres, nama yang diduga sebagai pelaku sudah dikantongi. Bahkan, penggerebekan sempat dilakukan. Hanya saja, orang yang dicurigai tersebut berhasil kabur.

“Masih kami dalami. Kemungkinan besar memang memiliki jaringan distribusi. Tapi, kami belum bisa memastikan apakah ada oknum pegawai PT Nestle yang terlibat,” timpalnya.

Pemalsuan produk krimer tersebut, dilakukan dengan mengubah tulisan pada kaleng. Produk yang seharusnya masa kedaluwarsanya tahun 2018 hingga 2020, diubah menjadi Maret 2021. Ada beberapa ciri untuk membedakan produk yang masa kadaluwarsanya belum habis.

Dari sisi fisik luar, produk tersebut dalam keadaan baik. Sementara, pelat tanggal kadaluwarsa yang tertera di atas kaleng tidak mudah luntur.

Berbeda dengan produk krimer kental manis yang masa kedaluwarsanya dipalsu. Selain tampilan fisiknya sudah rusak. Juga tulisan masa kedaluwarsanya mudah dihapus.

“Dengan menggunakan hand sanitiser atau alkohol bisa hilang ketika digosok-gosokkan. Kalau tulisan yang asli tidak mudah luntur,” bebernya.

Kapolres pun mengimbau agar masyarakat berhati-hati. Sebab, produk krimer kental manis tersebut banyak beredar di masyarakat. Biasanya disajikan untuk produk olahan minuman dan makanan. Seperti jus, es buah, dan yang lainnya.

“Jelas hal ini sangat berbahaya. Karena bisa mengganggu pencernaan dan organ tubuh lainnya. Untuk itu kami ingatkan masyarakat agar lebih waspada memilih produk-produk makanan dan minuman. Pastikan produk yang dibeli dalam keadaan baik,” sambung dia.

Sementara itu, Kepala Produksi PT Nestle Indonesia di Kejayan, Iwan saat dikonfirmasi mengaku menyerahkan semua kasus tersebut ke pihak kepolisian. Termasuk apakah kemungkinan ada tidaknya oknum pegawai yang terlibat.

“Kami serahkan semuanya ke pihak kepolisian dalam mengusutnya. Kami juga belum mengetahui seberapa besar kerugian yang kami dapatkan imbas kejadian tersebut,” jelasnya. (one/hn)

BANGIL, Radar Bromo – Hati-hati saat membeli produk krimer kental manis di pasaran. Petugas Polres Pasuruan berhasil mengungkap pemalsuan tanggal kedaluwarsa susu kental manis di Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk cermat memilih makanan dan minuman. Ini untuk menghindari produk makanan dan minuman dengan masa kedaluwarsa palsu,” kata Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Rofiq menyampaikan, kasus krimer kental manis dengan kedaluwarsa palsu itu terbongkar sekitar Februari 2021. Saat itu ada produsen roti rumahan di Pandaan yang mengadu ke polres tentang krimer kental manis yang dibelinya.

Krimer yang menjadi salah satu bahan baku untuk pembuatan roti itu tidak cair, tapi menggumpal. Padahal, masa kedaluwarsanya belum berakhir. Hingga Maret 2021. “Karena krimer menggumpal, produk roti yang dibuat jadi menggumpal dan kurang bagus hasilnya,” ungkap Rofiq.

Berdasarkan laporan itu, petugas pun melakukan penelusuran rumah korban. Petugas kemudian menemukan 39 boks berisi 1.872 kaleng krimer kental manis merek Nestle Carnation yang sudah kedaluwarsa. Namun, masa kedaluwarsanya diubah.

Ribuan kaleng krimer itu diamankan dari gudang milik Gunawan, warga Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan, yang menjadi korban peredaran krimer kental manis kedaluwarsa tersebut.

“Kami juga menemukan produk serupa di gudang milik distributor penjualan PT Nestle yang ada di Kraton. Ada 35 boks dengan jumlah mencapai lebih dari 1.500 kaleng,” imbuh perwira dengan dua melati di pundaknya tersebut.

Polres pun menelusuri dalang dari peredaran produk krimer kental manis yang kedaluwarsanya dipalsu itu. Menurut Kapolres, nama yang diduga sebagai pelaku sudah dikantongi. Bahkan, penggerebekan sempat dilakukan. Hanya saja, orang yang dicurigai tersebut berhasil kabur.

“Masih kami dalami. Kemungkinan besar memang memiliki jaringan distribusi. Tapi, kami belum bisa memastikan apakah ada oknum pegawai PT Nestle yang terlibat,” timpalnya.

Pemalsuan produk krimer tersebut, dilakukan dengan mengubah tulisan pada kaleng. Produk yang seharusnya masa kedaluwarsanya tahun 2018 hingga 2020, diubah menjadi Maret 2021. Ada beberapa ciri untuk membedakan produk yang masa kadaluwarsanya belum habis.

Dari sisi fisik luar, produk tersebut dalam keadaan baik. Sementara, pelat tanggal kadaluwarsa yang tertera di atas kaleng tidak mudah luntur.

Berbeda dengan produk krimer kental manis yang masa kedaluwarsanya dipalsu. Selain tampilan fisiknya sudah rusak. Juga tulisan masa kedaluwarsanya mudah dihapus.

“Dengan menggunakan hand sanitiser atau alkohol bisa hilang ketika digosok-gosokkan. Kalau tulisan yang asli tidak mudah luntur,” bebernya.

Kapolres pun mengimbau agar masyarakat berhati-hati. Sebab, produk krimer kental manis tersebut banyak beredar di masyarakat. Biasanya disajikan untuk produk olahan minuman dan makanan. Seperti jus, es buah, dan yang lainnya.

“Jelas hal ini sangat berbahaya. Karena bisa mengganggu pencernaan dan organ tubuh lainnya. Untuk itu kami ingatkan masyarakat agar lebih waspada memilih produk-produk makanan dan minuman. Pastikan produk yang dibeli dalam keadaan baik,” sambung dia.

Sementara itu, Kepala Produksi PT Nestle Indonesia di Kejayan, Iwan saat dikonfirmasi mengaku menyerahkan semua kasus tersebut ke pihak kepolisian. Termasuk apakah kemungkinan ada tidaknya oknum pegawai yang terlibat.

“Kami serahkan semuanya ke pihak kepolisian dalam mengusutnya. Kami juga belum mengetahui seberapa besar kerugian yang kami dapatkan imbas kejadian tersebut,” jelasnya. (one/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/