alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Aplikasi Bebas, Ini Kata Kejari Kota Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan buka suara terkait bebasnya Fendy Krisdiyono dan Meindahlia Pratiwi dari rumah tahanan. Korps Adhyaksa mengaku tak bisa berbuat banyak terkait penahanan dua orang yang terseret kasus dugaan korupsi proyek aplikasi tersebut.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan Wahyu Susanto menjelaskan, penahanan kedua terdakwa sudah menjadi kewenangan peradilan setelah kasusnya disidangkan. Dalam hal ini, Mahkamah Agung (MA) RI yang punya kewenangan menahan mereka lantaran kasusnya berada di tingkat kasasi.

“Status MP (Meindahlia Pratiwi) dan FK (Fendy Krisdiyono) sekarang dikeluarkan dari tahanan demi hukum. Sebab, masa penahanannya di tingkat kasasi sudah habis,” ungkap Wahyu.

Dia menjelaskan, saat ini tidak ada lagi dasar untuk tetap menahan keduanya. Sesuai ketentuan KUHAP, kata Wahyu, mereka harus dikeluarkan demi hukum. Sebab, masa penahanannya berakhir pada 9 Maret 2022. Di sisi lain, MA juga sudah tidak punya kewenangan lagi untuk memperpanjang penahanan Fendy dan Tiwi.

“Karena perpanjangan penahanan sudah dilakukan dua kali. Jadi sudah dilampaui semua perpanjangan itu. Ternyata putusan belum dijatuhkan. Sehingga kami tidak ada lagi dasar untuk tetap menahan,” beber Wahyu.

 

https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/03/03/2022/putusan-ma-mantan-plt-kadiskominfo-pasuruan-langsung-bebas-dari-lapas/

 

Kendati demikian, Wahyu menegaskan bahwa upaya hukum di tingkat kasasi belum selesai. Sampai saat ini, pihaknya belum menerima petikan putusan dari MA. Wahyu menyebut, pihaknya tetap menunggu putusan kasasi tersebut yang diharapkan bisa turun dalam waktu dekat.

PASURUAN, Radar Bromo – Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan buka suara terkait bebasnya Fendy Krisdiyono dan Meindahlia Pratiwi dari rumah tahanan. Korps Adhyaksa mengaku tak bisa berbuat banyak terkait penahanan dua orang yang terseret kasus dugaan korupsi proyek aplikasi tersebut.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan Wahyu Susanto menjelaskan, penahanan kedua terdakwa sudah menjadi kewenangan peradilan setelah kasusnya disidangkan. Dalam hal ini, Mahkamah Agung (MA) RI yang punya kewenangan menahan mereka lantaran kasusnya berada di tingkat kasasi.

“Status MP (Meindahlia Pratiwi) dan FK (Fendy Krisdiyono) sekarang dikeluarkan dari tahanan demi hukum. Sebab, masa penahanannya di tingkat kasasi sudah habis,” ungkap Wahyu.

Dia menjelaskan, saat ini tidak ada lagi dasar untuk tetap menahan keduanya. Sesuai ketentuan KUHAP, kata Wahyu, mereka harus dikeluarkan demi hukum. Sebab, masa penahanannya berakhir pada 9 Maret 2022. Di sisi lain, MA juga sudah tidak punya kewenangan lagi untuk memperpanjang penahanan Fendy dan Tiwi.

“Karena perpanjangan penahanan sudah dilakukan dua kali. Jadi sudah dilampaui semua perpanjangan itu. Ternyata putusan belum dijatuhkan. Sehingga kami tidak ada lagi dasar untuk tetap menahan,” beber Wahyu.

 

https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/03/03/2022/putusan-ma-mantan-plt-kadiskominfo-pasuruan-langsung-bebas-dari-lapas/

 

Kendati demikian, Wahyu menegaskan bahwa upaya hukum di tingkat kasasi belum selesai. Sampai saat ini, pihaknya belum menerima petikan putusan dari MA. Wahyu menyebut, pihaknya tetap menunggu putusan kasasi tersebut yang diharapkan bisa turun dalam waktu dekat.

MOST READ

BERITA TERBARU

/