Kadernya Dijadikan Tersangka, PKB Pilih Tunggu Proses Hukum

KRAKSAAN, Radar Bromo – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo ikut bersuara dalam kasus yang menjerat kadernya. Saat ini PKB tidak bisa terburu-buru mengambil sikap. PKB menunggu dan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak berwajib.

Hal itu dikatakan oleh Sekretaris DPC PKB Kabupaten Probolinggo Hanafi. Menurutnya, kasus itu saat ini ditangani pihak kejaksaan. Pihaknya sendiri, belum tahu jelas bagaimana posisi kasus yang menjerat kadernya itu.

“Ini masih ditangani pihak berwajib. Kami belum tahu jelas kasus itu seperti apa,” katanya.

Namun, menurutnya, kasus itu adalah kasus pribadi. Tidak ada sangkut pautnya terhadap partai. Karena itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada yang bersangkutan dan pihak kejaksaan. “Ini kasus pribadi. Partai tidak ikut-ikut dalam kasus ini,” katanya.

Kasus yang menjerat Ahsan tersebut merupakan kasus lama. Versi Hanafi, pengadaan bantuan dari Kementan tersebut ada di 2012. Namun, baru diungkap oleh pihak kejaksaan pada 2019 lalu.

“Kalau tidak salah ini kasus lama. Kasusnya atau pengadaannya 2012 yang lalu,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai sikap PKB sendiri apakah ada sanksi terhadap kader yang tersangkut masalah hukum, menurutnya, pihaknya menunggu proses hukum. Yang pasti, lanjutnya, PKB patuh terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku.

“PKB sesuai aturan dan perundang-undangan. Untuk saat ini, kami masih menunggu proses hukum,” terangnya. (sid/fun)