alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Rumah Pemilik Olshop di Dringu Dibakar, Semua Barang Dagangan Hangus

DRINGU, Radar Bromo Entah siapa yang melakukannya. Tiba-tiba, sebuah rumah pemilik online shopping (olshop) terbakar di Desa Sumber Suko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Namun, hanya satu ruangan berisi darang dagangan yang terbakar. Diduga, ada orang yang sengaja membakar kamar itu.

Peristiwa itu terjadi Sabtu (12/2) dini hari, pukul 03.00 di Dusun Krajan. Di rumah pasangan suami istri (pasutri) Samsul Huda, 38, dan Siti Khotidjah, 31.

Api tiba-tiba berkobar di kamar depan berukuran sekitar 3×3 meter di rumah pasutri itu. Beruntung, api yang sudah membesar tidak sampai merembet ke ruangan lain.

Juga tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Menurut Samsul, malam itu memang tidak ada anggota keluarga yang tidur di sana. Sehingga, hanya barang dagangan yang terbakar.

Samsul mengatakan, ada orang yang sengaja membakar rumahnya. Sebab, ada bau minyak tanah sebelum dia menyadari kamar depan rumahnya terbakar.

Dia bercerita, Jumat (11/2) malam saat hendak tidur, istrinya Siti meminta dibangunkan pukul 03.00. Sebab, ada pesanan makanan dari pelanggan. Karena itu, Samsul Huda pun memasang alarm pukul 03.00.

”Istri tidur di kamar yang ada di sebelah selatan ruang TV. Saya dan anak tidur di depan TV. Pas sebelah selatan kamar yang dibakar ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Tepat pukul 03.00, Samsul bangun setelah mendengar suara alarm. Saat itu, tercium bau asap. Seperti ada aktivitas bakar-bakar menggunakan minyak tanah. Awalnya, dirinya tidak curiga. Hanya berpikir di luar ada tetangga yang tengah bakar-bakar. Dia lantas membangunkan istrinya.

”Istri bangun dan langsung ke dapur mencuci beras. Karena juga mencium bau asap, istri lantas minta saya mengecek keluar. Pas saya cek keluar, tidak ada orang dan tidak ada api,” terangnya.

Samsul pun masuk ke rumahnya. Dia lantas mengecek kamar depan. Begitu kamar dibuka, asap keluar dan api menyala di kamar itu. Samsul langsung berlari ke dapur memberi tahu istrinya. Dia juga mengambil air dari dapur. Kemudian, menyiramkannya ke api yang menyala di kamar. Api pun padam setelah beberapa kali disiram.

”Mau minyak tanah menyengat dari dalam kamar. Setelah api padam, saya langsung angkat anak saya di depan TV keluar rumah. Karena, asap menyebar ke seisi rumah,” terangnya.

Siti sendiri yakin, ada orang yang tidak suka dan membakar rumahnya. Sebab, kamar depan rumahnya berbau minyak tanah. Bahkan, pasutri itu menemukan tangga ukuran satu meter disandarkan tepat di bawah jendela kecil di dinding luar kamar yang terbakar. Sementara kondisi jendela terbuka.

”Saya yakin pelaku itu melempar minyak tanah dan membakar kamar lewat jendela itu. Yang aneh, jendela itu terbuka separo. Padahal sejak rumah ini dibangun jendela itu ditutup paten dengan paku luar dalam. Jendela itu tidak pernah dibuka dan tidak ada gerendelnya,” terangnya.

Namun, Siti bersyukur karena kebakaran di kamar itu segera diketahui. Jika tidak, rumahnya bisa ikut terbakar seluruhnya.

DIDUGA DIBAKAR: Police line yang dipasang di pintu kamar pasutri Samsul Hudan – Siti Khotijah. Diduga, kamar itu dibakar dengan melempar minyak tanah dari jendela. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Siti sendiri mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. Sebab, seluruh barang dari usaha olshop yang dikelolanya habis terbakar. Seperti baju, kerudung, kasur dan alat masak juga rusak. Semuanya tidak bisa dijual lagi.

”Saya sudah dua tahun jualan olshop, baju, kerudung. Kadang orang-orang datang ke rumah langsung kalau mau beli,” ungkapnya.

Kapolsek Dringu AKP Bagus Purnama melalui Kanit Reskrim Aipda Era membenarkan pengrusakan dengan cara membakar kamar rumah korban. Pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian dan memasang police line di pintu kamar yang terbakar dan di lompongan sebelah timur rumah korban.

”Kami masih selidiki kejadian itu. Diduga ada pelaku yang sengaja membakar kamar rumah korban lewat jendela,” terangnya. (mas/hn)

DRINGU, Radar Bromo Entah siapa yang melakukannya. Tiba-tiba, sebuah rumah pemilik online shopping (olshop) terbakar di Desa Sumber Suko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Namun, hanya satu ruangan berisi darang dagangan yang terbakar. Diduga, ada orang yang sengaja membakar kamar itu.

Peristiwa itu terjadi Sabtu (12/2) dini hari, pukul 03.00 di Dusun Krajan. Di rumah pasangan suami istri (pasutri) Samsul Huda, 38, dan Siti Khotidjah, 31.

Api tiba-tiba berkobar di kamar depan berukuran sekitar 3×3 meter di rumah pasutri itu. Beruntung, api yang sudah membesar tidak sampai merembet ke ruangan lain.

Juga tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Menurut Samsul, malam itu memang tidak ada anggota keluarga yang tidur di sana. Sehingga, hanya barang dagangan yang terbakar.

Samsul mengatakan, ada orang yang sengaja membakar rumahnya. Sebab, ada bau minyak tanah sebelum dia menyadari kamar depan rumahnya terbakar.

Dia bercerita, Jumat (11/2) malam saat hendak tidur, istrinya Siti meminta dibangunkan pukul 03.00. Sebab, ada pesanan makanan dari pelanggan. Karena itu, Samsul Huda pun memasang alarm pukul 03.00.

”Istri tidur di kamar yang ada di sebelah selatan ruang TV. Saya dan anak tidur di depan TV. Pas sebelah selatan kamar yang dibakar ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Tepat pukul 03.00, Samsul bangun setelah mendengar suara alarm. Saat itu, tercium bau asap. Seperti ada aktivitas bakar-bakar menggunakan minyak tanah. Awalnya, dirinya tidak curiga. Hanya berpikir di luar ada tetangga yang tengah bakar-bakar. Dia lantas membangunkan istrinya.

”Istri bangun dan langsung ke dapur mencuci beras. Karena juga mencium bau asap, istri lantas minta saya mengecek keluar. Pas saya cek keluar, tidak ada orang dan tidak ada api,” terangnya.

Samsul pun masuk ke rumahnya. Dia lantas mengecek kamar depan. Begitu kamar dibuka, asap keluar dan api menyala di kamar itu. Samsul langsung berlari ke dapur memberi tahu istrinya. Dia juga mengambil air dari dapur. Kemudian, menyiramkannya ke api yang menyala di kamar. Api pun padam setelah beberapa kali disiram.

”Mau minyak tanah menyengat dari dalam kamar. Setelah api padam, saya langsung angkat anak saya di depan TV keluar rumah. Karena, asap menyebar ke seisi rumah,” terangnya.

Siti sendiri yakin, ada orang yang tidak suka dan membakar rumahnya. Sebab, kamar depan rumahnya berbau minyak tanah. Bahkan, pasutri itu menemukan tangga ukuran satu meter disandarkan tepat di bawah jendela kecil di dinding luar kamar yang terbakar. Sementara kondisi jendela terbuka.

”Saya yakin pelaku itu melempar minyak tanah dan membakar kamar lewat jendela itu. Yang aneh, jendela itu terbuka separo. Padahal sejak rumah ini dibangun jendela itu ditutup paten dengan paku luar dalam. Jendela itu tidak pernah dibuka dan tidak ada gerendelnya,” terangnya.

Namun, Siti bersyukur karena kebakaran di kamar itu segera diketahui. Jika tidak, rumahnya bisa ikut terbakar seluruhnya.

DIDUGA DIBAKAR: Police line yang dipasang di pintu kamar pasutri Samsul Hudan – Siti Khotijah. Diduga, kamar itu dibakar dengan melempar minyak tanah dari jendela. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Siti sendiri mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. Sebab, seluruh barang dari usaha olshop yang dikelolanya habis terbakar. Seperti baju, kerudung, kasur dan alat masak juga rusak. Semuanya tidak bisa dijual lagi.

”Saya sudah dua tahun jualan olshop, baju, kerudung. Kadang orang-orang datang ke rumah langsung kalau mau beli,” ungkapnya.

Kapolsek Dringu AKP Bagus Purnama melalui Kanit Reskrim Aipda Era membenarkan pengrusakan dengan cara membakar kamar rumah korban. Pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian dan memasang police line di pintu kamar yang terbakar dan di lompongan sebelah timur rumah korban.

”Kami masih selidiki kejadian itu. Diduga ada pelaku yang sengaja membakar kamar rumah korban lewat jendela,” terangnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/